Wabup Bojonegoro Hadiri Musrenbang RPJMD Jawa Timur 2025–2029 di Surabaya

JagatSembilan.com | Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur tahun 2025–2029.

Acara ini berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dari pusat dan daerah, termasuk Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, perwakilan dari Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan. Selain itu, Bupati dan Walikota se-Jawa Timur, tokoh masyarakat, serta tokoh agama turut hadir memberikan dukungan terhadap proses perencanaan pembangunan daerah lima tahunan ini.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyusun rancangan akhir RPJMD dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Mengusung tema “Gerbang Baru Nusantara”, pembangunan Jawa Timur diarahkan untuk mendukung paradigma Indonesiasentris yang menggantikan pendekatan Jawasentris.

“Jawa Timur menjadi tulang punggung logistik nasional dengan kontribusi mencapai 80% terhadap arus logistik nasional. Ini harus menjadi kekuatan untuk mendorong transformasi pembangunan ke arah yang lebih merata,” ujar Wakil Gubernur.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. Musyafak, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya sinergi antara semua pihak dalam pembangunan. “Musrenbang merupakan momentum penting dalam menyatukan visi, semangat, dan memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur menekankan pentingnya penyelarasan program pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar kebijakan strategis nasional dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat daerah.

“Kita perlu mengurai permasalahan di tiap daerah dan bersama-sama mencari solusinya. Apa yang menjadi potensi dan prioritas Jawa Timur, seperti sektor pertanian yang menyumbang 25% dari total penanaman nasional, harus terus kita dorong agar menjadi kekuatan pembangunan daerah,” tegas Gubernur.

Sementara itu Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam keterangannya mengatakan, sebagaimana penjelasan dari Kementrian EKRAF dapat dijabarkan secara khusus di Kabupaten Bojonegoro.

“Untuk keberadaan Bojonegoro Creative Hub (BCH) nanti bisa di bawah dinas perdagangan, karena fungsinya sebagai konten creator untuk peningkatan branding potensi-potensi industri kreatif dan umkm/ikm,” terang Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.

Kehadiran Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam Musrenbang ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk turut serta dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan merata di seluruh wilayah Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *