May Day 2025, Element Masyarakat Bojonegoro Soroti Eksploitasi Buruh dan Krisis Pangan yang Membebani Perempuan

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, sejumlah elemen masyarakat sipil di Bojonegoro menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Bojonegoro. Aksi yang diinisiasi oleh GERMULA (Gerakan Muda meLawan) Bojonegoro, Solidaritas Perempuan Bojonegoro, PMII Bojonegoro, PMII Unigoro dan PMII IKIP PGRI Bojonegoro ini berlangsung tertib dengan pengawalan puluhan personel kepolisian.

Dengan mengusung tema “Kaum Buruh, Kita Semua Buruh: Merdeka dari Eksploitasi”, massa aksi menyuarakan sejumlah tuntutan terkait ketimpangan sosial-ekonomi, krisis lingkungan, dan kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja serta militerisasi ruang sipil menjadi salah satu poin utama dalam aksi tersebut.

Koordinator lapangan aksi, Murtiningsih, menyoroti dampak krisis pangan terhadap perempuan, khususnya buruh perempuan yang bekerja di sektor pertanian dan rumah tangga.

“Banyak buruh perempuan di Bojonegoro yang tidak menyadari bahwa hak-haknya telah dilanggar. Mereka berada dalam posisi paling rentan, karena terlibat penuh dalam seluruh siklus pangan, dari pemilihan bibit, penanaman, produksi, konsumsi, hingga distribusi. Namun, saat harga panen anjlok dan biaya produksi melonjak, beban itu justru jatuh ke pundak perempuan,” ujarnya.

Murtiningsih juga menegaskan bahwa eksploitasi terhadap buruh tidak hanya terjadi di ruang kerja formal, tetapi juga dalam ruang domestik dan komunitas, tempat perempuan memiliki peran besar yang kerap tidak diakui secara adil.

Selain soal buruh dan pangan, para peserta aksi juga mengangkat isu kerusakan lingkungan akibat pencemaran pabrik tembakau dan tambang ilegal yang semakin memperburuk kondisi sosial-ekonomi warga. Mereka mendesak pemerintah agar mengambil langkah konkret dalam melindungi hak-hak buruh dan mendorong keadilan ekologis.

Element Masyarakat Bojonegoro yang demo pada peringatan May Day 2025 berharap momentum May Day tahun ini menjadi panggilan untuk membangun solidaritas lintas isu antara buruh, perempuan, dan lingkungan dan bukan sekadar seremoni tahunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *