JagatSembilan.com | Bojonegoro – Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) Bojonegoro menggelar kegiatan silaturahmi dan pemetaan potensi usaha kader pada Kamis (1/5/2025), bertempat di Cafe Sholawat Cokelat Majapahit, Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus BUMA Ansor Bojonegoro ini dihadiri oleh perwakilan dari 9 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari wilayah tengah dan timur Kabupaten Bojonegoro. Acara itu dikemas dengan tagline GASPOL (Ngobrol Ekonomi Bereng Ansor, Potensi dan Solusi).
Kegiatan itu juga menjadi ajang berbagi kisah dan semangat. Sahabat Dani dari PAC Kanor mengangkat berbagai potensi ekonomi lokal yang bisa dikembangkan.
Sementara Sahabat H. Rohmat Hidayat dari Kepohbaru membagikan pengalaman membangun Cafe Sholawat Majapahit serta tantangan dalam membina usaha kader di tingkat bawah.
Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Mochamad Nurwahyudi, memberikan dukungan penuh terhadap langkah pemetaan ini.
“Kami sangat mendorong agar kegiatan ini benar-benar terealisasi dan berkelanjutan,” terang Muchammad Nurwahyudi.
Muchamad Nurwahyudi berharap, semoga segera terbentuk database potensi usaha kader Bojonegoro yang akurat.
“Agar semakin menumbuhkan rasa cinta dan semangat dalam berkhidmat di Ansor,” pungkas Ketua PC GP Ansor Bojonegoro itu.
Sementara itu Ketua BUMA Ansor Bojonegoro, Choirul Anam, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyusun peta potensi usaha kader dari tingkat ranting hingga PAC.
“Saat ini kita mulai dari wilayah timur, yaitu Kepohbaru, dan selanjutnya akan menyusur ke wilayah tengah dan barat. Ini penting sebagai dasar kerja BUMA ke depan agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat nyata bagi kader,” terang Choirul Anam yang juga Direktur BMTNU Balen itu.
Choirul Anam menambahkan, berbagai usulan dari peserta juga mencuat, seperti penguatan unit usaha di PAC dan ranting, pendampingan UMKM kader, serta pengembangan sistem digital marketing.
“Semua masukan tersebut akan menjadi bekal dalam menyusun peta jalan pengembangan BUMA ke depan,” terang Choirul Anam.
Choirul Anam juga menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan ekonomi kader yang terorganisir, kolaboratif, dan berdampak luas.
“InsyaAllah ini adalah ikhtiar kecil yang bisa membawa manfaat besar bagi kader dan organisasi,” pungkas Choirul Anam.













