JagatSembilan.com | Sampang – Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Golden yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sampang memasuki hari ketiga pada Sabtu, 17 Mei 2025, di Hotel Wisata Camplong. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan kader terpilih dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sampang.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, hadir sebagai pemateri utama dengan membawakan materi tentang ideologi kebangsaan serta peran strategis GP Ansor dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pemaparannya, Musaffa menegaskan bahwa GP Ansor sejak awal berdiri telah berkomitmen penuh terhadap Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menolak anggapan bahwa Ansor pernah berjarak dengan negara.
“Ansor sejak awal berdiri telah menegaskan kesetiaan terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Komitmen kami jelas: menjaga dan merawat negeri ini sebagaimana amanat para ulama dan pendiri bangsa,” tegas Musaffa.
Ia menambahkan, tidak ada catatan sejarah yang menunjukkan keterlibatan Ansor dalam tindakan makar atau pemberontakan. Sebaliknya, GP Ansor selalu berada di barisan depan dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Darah yang mengalir di tubuh kader Ansor-Banser bukanlah darah pengkhianat bangsa. Kita tidak berasal dari tradisi kolonial yang hanya mengejar rempah-rempah. Kita lahir dari rahim perjuangan. Darah kita adalah darah pejuang, bukan darah VOC,” ujarnya.
Musaffa juga memaparkan tiga pilar kebangsaan yang harus terus dijaga, yakni TNI sebagai penjaga kedaulatan negara, Polri sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, serta kyai dan santri sebagai penjaga loyalitas terhadap negara.
“Tiga pilar ini saling melengkapi dan menjadi fondasi bagi tegaknya NKRI. Tanpa loyalitas moral dan spiritual dari para ulama dan santri, bangsa ini akan kehilangan arah nilai. Maka posisi kyai dan santri, termasuk Ansor-Banser, sangat vital,” jelasnya.
Ia turut menyinggung sejarah kelahiran GP Ansor pada 24 April 1934, yang mendahului terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI), menandakan peran penting pemuda pesantren sejak awal dalam perjuangan kebangsaan.
Musaffa juga menyampaikan apresiasi kepada Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., atas pengakuannya terhadap integritas GP Ansor.
“Saya sangat menghormati Pangdam V/Brawijaya. Beliau pernah menyampaikan langsung kepada saya bahwa Ansor-Banser adalah gerakan ideologis yang tidak diragukan integritasnya,” ungkapnya.
Menutup sesi, Musaffa menekankan pentingnya sikap kritis dan konstruktif Ansor sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga keadilan dan kemaslahatan masyarakat.
“Ansor adalah mitra strategis pemerintah. Tapi sebagai mitra, kita tidak boleh diam. Kita wajib menyampaikan masukan dan kritik yang membangun, demi kemaslahatan masyarakat dan tegaknya keadilan,” pungkasnya.














