JagatSembilan.com | Bojonegoro – Ikatan Alumni Santri Al-Rosyid (IKASA) Indonesia menggelar dua agenda penting yang dirangkai menjadi satu kegiatan pada Minggu 1 Juni 2025 di Hotel Dewarna, Bojonegoro. Agenda tersebut meliputi Sarasehan Toleransi dan Keberagaman serta Pengukuhan Pengurus IKASA Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.
Dengan tema “Merajut Toleransi, Merawat Keberagaman: Peran Alumni Pesantren di Era Global”, sarasehan ini menjadi wadah diskusi antaralumni dalam memperkuat nilai-nilai keislaman yang toleran dan moderat. Acara berlangsung sejak pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh lebih dari 120 peserta dari berbagai kecamatan di Bojonegoro.
Dalam sambutannya, KH. Alamul Huda Masyhur selaku pimpinan Pondok Pesantren Al-Rosyid menekankan pentingnya menjaga adab dan nilai-nilai pesantren dalam kehidupan sehari-hari. “Jaga akhlaq santri. Jika ingin hidup berkah, alumni atau santri jangan jauh dari kiai,” pesannya.
Senada dengan itu, KH. M. Shofiyulloh Masyhur selaku pengasuh pondok menyampaikan motivasi kepada para alumni yang kini aktif dalam organisasi. “Harus bangga menjadi santri, dan yakin jika organisasi dikelola dengan baik, InsyaAlloh akan menjadi besar dan bermanfaat,” ujarnya di hadapan peserta.
Selain sarasehan, acara juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus IKASA tingkat kecamatan dari 19 wilayah se-Kabupaten Bojonegoro. Pengurus yang dikukuhkan terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa anggota, dengan pakaian seragam berupa jas dan baju putih sebagai simbol kekompakan dan keseriusan dalam berorganisasi.
Ketua Umum IKASA Indonesia, HR. Ghozali Dwianto, SE, turut memantau jalannya kegiatan. Ia berharap pengukuhan ini menjadi awal soliditas alumni dalam membangun peran strategis di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan pesan kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai kealiman, kebangsaan, serta keberagaman yang menjadi ciri khas santri.














