JagatSembilan.com | Bojonegoro -Kelangkaan gas LPG bersubsidi 3 kilogram mulai dikeluhkan warga di beberapa wilayah Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya terjadi di Desa Mojoranu dan Ngraseh, Kecamatan Dander. Warga mengaku kesulitan mendapatkan tabung melon tersebut, yang merupakan kebutuhan pokok rumah tangga.
Mohamad To’at, pemilik pangkalan LPG di Desa Mojoranu, mengungkapkan bahwa selama beberapa waktu terakhir suplai gas 3kg ke pangkalannya mengalami pengurangan. Akibatnya, ia banyak menerima keluhan dari para pelanggan.
“Memang banyak yang ngeluh, katanya gas makin sulit dicari. Padahal saya ini hanya melayani dua desa, Mojoranu dan Ngraseh,” ujar pria yang akrab disapa Mas To’at itu, Rabu (09/07/2025).
Mas To’at menegaskan bahwa pihaknya tetap menjual LPG sesuai prosedur resmi. “Saya ini tertib SOP Pertamina. Penyaluran tetap sesuai aturan. Tapi karena memang dikurangi kuotanya, jadi ya cepat habis,” ungkapnya.
Ia menduga, kelangkaan ini dipicu oleh berkurangnya kuota subsidi dari pemerintah. Hal itu menurutnya berdampak langsung kepada masyarakat kecil yang paling membutuhkan.
“Gas melon ini kan buat wong cilik, kalau subsidinya dikurangi ya kasihan masyarakat. Harapan saya, kuotanya dikembalikan seperti dulu bahkan kalau bisa ditambah. Karena jumlah rumah tangga terus bertambah tiap tahun,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Agus Fathoni penjual LPG di Desa Banjarejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya LPG 3kg juga berkurang.
“Memang berkurang dan langka, walau nggak lama,” terang Agus Fathoni.
Mutiara Evy dari Pertamina Patra Niaga diminta tanggapan melalui WhatsAppnya atas berkurangnya LPG 3kg di Bojonegoro mengatakan, untuk penyaluran normal ke pangkalan, dan stok nya diinfokan tersedia di pangkalan.
“Namun memang pangkalan mengutamakan penjualan ke konsumen langsung,” terang Mutiara Evy













