JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dalam rangka menyemarakkan Pagelaran 2025 Penari yang digelar hari ini, Kamis (17/07/2025), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro menghadirkan pertunjukan Reog dari Grup Singo Mudo Krido. Pertunjukan ini digelar di halaman Stadion Bojonegoro mulai usai salat Dzuhur, menyambut para tamu undangan dan pengunjung sebelum acara seremonial dimulai.
Pagelaran 2025 Penari merupakan bagian dari puncak peringatan Hari Koperasi ke-78 Provinsi Jawa Timur, yang dipusatkan di Kabupaten Bojonegoro. Dalam gelaran ini, sebanyak 2.025 penari dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam rangka pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori penari terbanyak yang tampil serempak dalam satu panggung.
Untuk menghidupkan suasana menjelang acara utama, Disbudpar Bojonegoro menghadirkan kesenian tradisional Reog dari Grup Singo Mudo Krido yang berasal dari Desa Wates Sumberjo, Kecamatan Margomulyo. Grup ini telah berdiri sejak tahun 2016 dan konsisten mengangkat seni budaya warisan leluhur.
Sukoempi, Kepala Grup Reog Singo Mudo Krido, menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari perayaan besar ini.
“Kami diminta oleh panitia melalui Disbudpar untuk tampil menghibur para pengunjung. Ini menjadi kehormatan bagi kami, dan juga bentuk komitmen kami melestarikan budaya Reog,” ujar Sukoempi.
Penampilan Reog yang dinamis, lengkap dengan atraksi barongan berhasil menarik perhatian pengunjung. Banyak warga yang mengabadikan momen langka ini sebagai bentuk apresiasi terhadap seni pertunjukan tradisional.
Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama, menegaskan bahwa kehadiran Reog dalam acara ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan juga bagian dari upaya strategis melestarikan budaya lokal.
“Kami sengaja menghadirkan Reog untuk menyambut pengunjung dan peserta Pagelaran 2025 Penari. Ini adalah ruang apresiasi sekaligus panggung ekspresi budaya lokal agar terus dikenal generasi muda,” ujar Welly.
Menurut Welly, sinergi antara pelestarian budaya dan event besar seperti Hari Koperasi ini menjadi momentum untuk memperkuat identitas kultural Bojonegoro sekaligus mendukung pengembangan pariwisata daerah.
Acara puncak Hari Koperasi ke-78 Provinsi Jawa Timur tahun ini menjadi sejarah penting bagi Bojonegoro, dengan target pencapaian rekor MURI melalui pertunjukan 2025 penari yang melibatkan pelajar, sanggar, dan komunitas seni se-Jawa Timur.














