Mahasiswa Fapet UB Tampilkan 11 Inovasi TTG Unggulan, dari Mesin Tetas hingga Pengolah Limbah Organik

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Sebanyak 11 inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) hasil karya mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) Malang dipamerkan dalam Expo penutupan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di GOR Dolokgede Kabupaten Bojonegoro, Rabu (30/07/2025).

Acara yang berlangsung meriah ini menjadi wadah mahasiswa memperkenalkan teknologi berbasis peternakan dan pemberdayaan masyarakat desa secara langsung kepada publik.

Expo dibuka secara resmi oleh Dekan Fapet UB Prof. Dr. Muhammad Halim Natsir bersama staf ahli, sebagai bagian dari rangkaian penutupan KKN Fapet UB yang tahun ini diikuti oleh 604 mahasiswa dari 40 kelompok, tersebar di empat kecamatan: Tambakrejo, Ngambon, Ngasem, dan Gayam.

Nurul Azizah Wakil Bupati Bojonegoro mengunjungi stand pameran Expo penutupan KKN Fapet UB di Bojonegoro

Dalam kategori TTG, berikut inovasi mahasiswa yang tampil sebagai pemenang:

1. Juara 1 diraih oleh Kelompok 13 di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, dengan TTG kategori Makanan dan Minuman. Mereka memperkenalkan inovasi bertajuk “Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal untuk Pembuatan Sosis Telur sebagai Produk Unggulan Desa Gayam.”

2. Juara 2 diraih oleh Kelompok 14 di Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, dengan TTG kategori Alat Peternakan. Mereka menciptakan “Mesin Tetas Otomatis” yang dapat membantu proses penetasan telur secara efisien.

3. Juara 3 disabet oleh Kelompok 37 di Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, dengan TTG kategori Pengolahan Limbah. Mahasiswa kelompok ini mengenalkan “Inovasi Biokonversi Limbah Organik melalui Budidaya Black Soldier Fly (Hermetia illucens) untuk Mendukung Ketahanan Pakan Ternak.”

4. Kelompok 32 di Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo dengan TTG “Lux Mandala” dalam kategori Pendukung Program Gayatri.

5. Kelompok 40 di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo mengembangkan “Lilin Ramah Lingkungan ‘ApiLembu’ Berbahan Kotoran Sapi”, sebagai TTG dalam kategori Lainnya, yang ditujukan untuk peluang bisnis berkelanjutan bagi ibu-ibu PKK dan karang taruna.

6. Kelompok 1 di Desa Beged, Kecamatan Gayam menciptakan website edukatif sebagai media penyuluhan bertajuk “Penyuluhan Digitalisasi Pembukaan Usaha Peternakan dan Manajemen Ekonomi”, masuk dalam kategori Digitalisasi dan Sistem Peternakan.

7. Kelompok 5 di Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo mengenalkan TTG “Jerami Amoniasi dan Silase Menggunakan Tebu Jagung”, sebagai bagian dari Teknologi Pakan.

8. Kelompok 22 di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo menyajikan inovasi “Fly Trap”, sebagai bagian dari upaya Biosecurity.

Selain itu, penghargaan juga diberikan untuk kategori non-TTG, seperti:

9. Instagram Terbaik dimenangkan oleh Kelompok 1 dari Desa Beged, Kecamatan Gayam.

10. TikTok Terbaik diraih oleh Kelompok 28 dari Desa Pengkol, Kecamatan Tambakrejo.

11. Stand Terbaik diberikan kepada Kelompok 18 dari Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.

Elfia Nuraini menjadi narasumber pada Serasehan Penutupan KKN Fapet UB di Bojonegoro

Rangkaian penutupan ini juga diisi dengan Sarasehan yang menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Ketua Jurusan Peternakan Fapet UB, Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Eko Nugroho, dan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Elfia Nuraini.

Dalam sambutannya, Elfia menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro memiliki komitmen besar untuk memfasilitasi inovasi teknologi kepada peternak.

“Tugas kita mendekatkan teknologi kepada peternak di Kabupaten Bojonegoro,” tegas Elfia, seraya mengapresiasi karya-karya mahasiswa yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Nurul Azizah photo bersama dengan 604 mahasiswa Fapet UB yang KKN di Bojonegoro

Sementara itu Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang hadir pada penutupan KKN Fapet UB di Bojonegoro menyampaikan terima kasih kepada Mahasiswa Universitas Brawijaya yang telah melaksanakan KKN secara tematik dan telah memberikan kontribusi yang nyata untuk Kabupaten Bojonegoro.

Wakil Bupati juga berharap agar saat dalam perjalanan pulang menuju Malang, semuanya diberikan keselamatan sampai ke tempat tujuan.

Nurul mengungkapkan, bahwa saat ini masih ada 147.330 jiwa atau 54 ribu kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bojonegoro yang masuk dalam daftar warga miskin.

Maka dengan bertahap diberikan bantuan melalui program Gayatri, kemudian juga program domba kesejahteraan, dan lele dalam terpal,

“ini mudah-mudahan bisa memberikan pendapatan bagi warga miskin. Dan pendapatan ini akan menjadi sumber kehidupannya, sehingga yang saat ini masuk warga miskin meningkat dan menjadi warga tidak miskin.” kata Wakil Bupati.

Atas nama Bupati, Nurul menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan bapak ibu dosen, yang sudah berkenan KKN di Bojonegoro, dan memberikan pelajaran penting dalam program mengentaskan kemiskinan melalui program Gayatri.

“Gayatri ini telah menjadi inovasi, dan anak-anak sekalian telah membantu. Karena dengan program Gayatri ini diharapkan secara bertahap dapat mengentaskan kemiskinan,” kata Wakil Bupati.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari Kecamatan Tambakrejo ini ada sosok yang berhasil, yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (Menko PMK) Pratikno.

“Jika ingin berhasil, maka apa yang dilakukan oleh Bapak Pratikno jadikanlah napak tilas, karena semangatnya sehingga jadilah orang berhasil,” tutur Wabup Nurul Azizah.

Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa Selain Pratikno, ada sosok lain dari Bojonegoro yang berhasil, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq dan yang kita banggakan pucuk pimpinan Rektor Universitas Brawijaya, Prof Widodo dan , yang juga dari Bojonegoro.

“Maka anak-anak KKN di sini, mudah-mudahan semuanya sukses. Karena sukses itu tidak akan datang secara tiba-tiba. Sukses itu adalah berproses. Tidak ada yang namanya duduk diam tiba-tiba jadi sukses. Maka untuk menjadi sukses harus semangat.” tutur Wabup Nurul Azizah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *