JagatSembilan.com | Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STEBI Al-Rosyid Bojonegoro berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, mengadakan seminar bertajuk Manajemen Perawatan dan Manajemen Keuangan Bisnis Ayam Petelur, pada Selasa 26 Agustus 2025 bertempat di balai Desa Kacangan Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan sekaligus pendampingan kepada para peternak ayam petelur di Desa Kacangan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur di wilayah Bojonegoro.
Seminar menghadirkan pemateri dari wirausahawan serta praktisi peternakan yang bernama M. Nur wahid yang juga menjadi dari staf PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk . Materi yang disampaikan meliputi teknik perawatan ayam petelur agar tetap sehat dan produktif, serta strategi pengelolaan keuangan yang efektif untuk meningkatkan keuntungan usaha.
Kepala Desa Kacangan, M. Aziz Ghozali yang kerap dipanggil pak Aziz menyambut baik kegiatan ini dan berharap melalui seminar tersebut, para peternak dapat lebih terampil dalam mengelola usaha, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Untuk program gayatri ini sebelumnya di Kacangan udah kami mulai di tahun 2020 tapi kita menggunakan jumlah ayam petelurnya itu 120 ekor bukan 54, dan alhamdulillah juga ada banyak yang berkembang, kemudian dengan adanya program gayatri dari Pemkab Bojonegoro ini kita mengikuti program tersebut,” terang Aziz.
Dia juga menerangkan, dirinya juga menganggarkan lagi untuk alokasi dana desa untuk 6 penerima manfaat di tahun 2025 ini. Harapannya dengan adanya program gayatri ini angka kemiskinan yang ada di kacangan karena penerimanya itu dari DAMISDA (Data Kemiskinan Daerah).
“Paling tidak bisa membantu sumber pendapatan lain lah yang hariannya mereka bisa terima dan harapan yang lebih jauh lagi, semoga 54 ekor ayam ini bisa berkembang lebih jauh dan lebih banyak lagi sehingga bisa menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat,” tambah Aziz.
Ketua panitia kegiatan dari tim KKN , Eka Dian Saputra, menegaskan bahwa program ini bukan hanya agenda akademik, melainkan bentuk nyata kepedulian mahasiswa dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Kacangan, terutama dalam meningkatkan pengelolaan usaha berbasis potensi lokal,” ujar Eka.













