Wisata Petik Anggur Unggul Farm Trembes Mitra HKTI Bojonegoro Resmi Dibuka, Wabup Nurul Azizah Hadiri Peresmian

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro kini memiliki destinasi agrowisata baru. Unggul Farm Trembes, yang berlokasi di Desa Semlaran, Kecamatan Malo, menggelar pembukaan KTT Unggul Farm Opening pada Kamis (02/10/2025).

Peresmian berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang juga Ketua DPC HKTI Bojonegoro, H. Zaenal Fanani Kepala DKPP Bojonegoro, drg. Sofan Solikin Sekretaris DPC HKTI Bojonegoro, jajaran Forkopimca, pemerintah desa setempat, serta puluhan petani.

Ketua Unggul Farm, M. Syaifuddin, menegaskan bahwa kehadiran wisata petik anggur ini diharapkan menjadi ikon baru sektor pertanian sekaligus destinasi edukatif bagi masyarakat.

“Melalui wisata ini kami ingin menyelaraskan semangat pertanian Indonesia dan menghadirkan pilihan wisata edukatif untuk masyarakat,” ungkap M. Syaifuddin.

Ia menambahkan, dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah juga memberikan arahan kepada para petani yang hadir.

“Bu Wakil Bupati tadi juga menyampaikan pentingnya edukasi bagi petani agar semakin berdaya dan mampu mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan,” terang M. Syaifuddin.

Unggul Farm Trembes mengusung konsep peternakan dan perkebunan semi organik. Di sini, pengunjung bisa merasakan pengalaman memetik anggur langsung dari greenhouse dengan harga Rp85 ribu per kilogram.

Lokasi wisata ini cukup mudah diakses. Dari pertigaan pertama Desa Semlaran, pengunjung dapat menuju ke arah utara lalu sekitar 300 meter ke barat jalan untuk menemukan greenhouse yang menjadi daya tarik utama.

Selain untuk rekreasi, keberadaan Unggul Farm Trembes diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah pertanian, serta memberikan manfaat bagi petani lokal.

Sekretaris DPC HKTI Bojonegoro, drg. Sofan Solikin, menyebut bahwa greenhouse di Unggul Farm Trembes merupakan green house anggur yang terbesar di Bojonegoro.

“Ukuran hampir 1.100 meter persegi untuk green house saja. Di lahan ini kurang lebih tiga hektar ada seribu lebih pohon baik anggur, jambu air, kelengkeng, jambu kristal, alpokat dan lainnya,” kata dokter Sofan, sapaan akrabnya.

Menurutnya, potensi ini jika terus dikembangkan bisa menjadi pusat rekreatif sekaligus edukasi pertanian. “Jadi bisa kolaboratif nanti, sangat mungkin dikembangkan dengan Dinas Pariwisata dan DKPP Bojonegoro demi menambah potensi wisata di Bojonegoro,” pungkasnya.(Amin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *