JagatSembilan.com | Bojonegoro – Film Subamanggala: Sang Penuntun Jalan kini memasuki tahap produksi, setelah pra produksi diselesaikan pada 12 November 2025. Proses syuting dilakukan di beberapa titik ikonik di Bojonegoro, dengan melibatkan kru lokal, pelaku seni, serta komunitas kreatif yang selama ini aktif dalam pengembangan film daerah.
Lokasi Syuting: Dari Tambang Tradisional hingga Rumah Pedesaan Jawa
Tahap produksi menggunakan tiga lokasi utama yang memperkuat suasana tradisi Jawa dan kehidupan masyarakat pedesaan yang menjadi latar kisah Ipung, tokoh utama dalam film.
1. Tambang Tradisional Geopetroleum Teksas Wonocolo, Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan
2. Waduk Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander
3. Rumah Tradisional di Desa Wedi, Kecamatan Kapas
Ketiga lokasi tersebut dipilih untuk menghadirkan atmosfer visual yang natural, serta memperlihatkan kekayaan lanskap Bojonegoro sebagai ruang bercerita dalam film.
Produser Subamanggala, Dafit (David) Kriss, menegaskan bahwa masuknya film ini ke tahap produksi merupakan momentum penting bagi perkembangan perfilman daerah.
“Kami memasuki masa produksi dengan penuh keyakinan. Dengan memanfaatkan lokasi asli seperti Wonocolo, Sumodikaran, dan Wedi, kami ingin menunjukkan bahwa Bojonegoro punya kekuatan cerita dan kekuatan lokasi yang layak bersaing.” terang Dafit Kriss. Senin (17/11/2025).
Dafit Kriss menambahkan, syuting film dimulai pada tanggal 16 November kemarin dan ditargetkan selesai besok, tanggal 18 November.
“Sementara untuk editing ditargetkan selesai pada tanggal 26 November besok. Setelah selesai semua yang terlibat akan diajak nonton bareng,” terang Dafit Kriss.
Dafit Kriss juga menyampaikan, salah satu pemeran dalam film adalah Setyo Wahono Bupati Bojonegoro yang berperan sebagai tamu saat pernikahan itu.
Lebih lanjut, Dafit menegaskan bahwa sumber daya lokal memiliki kualitas yang sangat baik.
“Talenta lokal, kru, dan pelaku seni yang terlibat menunjukkan kemampuan teknis dan artistik yang luar biasa. Subamanggala ingin membuktikan bahwa produksi film tidak selalu harus bertumpu pada kota besar,” tambahnya.
Menampilkan Tradisi, Emosi, dan Realisme
Sesuai arahan sutradara Hafiz Subhan, produksi film ini dibangun dengan nuansa visual yang realis, menonjolkan elemen budaya Jawa, keheningan, serta emosi intim yang menjadi karakter kuat cerita.
Film Subamanggala: Sang Penuntun Jalan ditargetkan selesai syuting akhir tahun ini dan siap masuk tahap pascaproduksi awal 2026. Film tersebut dijadwalkan rilis pertengahan 2026 dan diharapkan bisa tampil dalam berbagai festival film di tingkat regional maupun nasional.
Sementara itu Oky Dwi Wicahyo selaku Acting Coach dalam keterangannya mengatakan, tingkat kesulitannya adalah membuat detail-detail yang ada nampak alami.
“Kesulitannya di detail-detail yang ada nampak alami. Kita buat se nyata mungkin seperti kehidupan nyata,” terang Oky.
Film “Subamanggala: Sang Penuntun Jalan” ini supportnya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, KEK Bojonegoro dan Bojonegoro Creative Network (BCN).













