JagatSembilan.com | Bojonegoro — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro menggelar rapat kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Senin (24/11/2025). Rapat yang membahas Raperda tentang APBD 2026 itu berlangsung dengan mengemuka persoalan ketidaksamaan antara dokumen KUA-PPAS dan RAPBD yang diajukan TAPD.
Rapat tersebut dihadiri Ketua Banggar DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar beserta anggota, Sekretaris Daerah Edi Susanto, serta para pimpinan OPD.
“Intinya adalah proses pembahasan RAPBD ini dokumen yang diberikan oleh TAPD itu tidak sama dengan KUA-PPAS,” ujar Mas Umar, sapaan akrab Abdulloh Umar, dalam sesi wawancara cegat.
Ia menjelaskan bahwa TAPD telah menyampaikan sejumlah alasan terkait perbedaan tersebut. Namun, perubahan itu belum pernah dibahas bersama DPRD, sehingga Banggar meminta waktu untuk melakukan pengkajian ulang.
“Tetapi kan selama ini belum ada pembahasan dengan DPRD. Tentu DPRD minta waktu untuk mengkaji, menelaah perubahan dari KUA-PPAS ke RAPBD ini apakah sudah sesuai atau tidak dengan ketentuan,” tambahnya.
Umar menegaskan bahwa dalam waktu dekat akan diputuskan dasar dokumen mana yang akan digunakan dalam pembahasan selanjutnya.
“Tentu keputusan besok adalah berdasarkan kesepakatan antara TAPD dengan DPRD,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekda Bojonegoro Edi Susanto dalam paparannya menjelaskan bahwa perbedaan KUA-PPAS dengan RAPBD dilakukan untuk efektivitas pembahasan. Ia menyebut telah melakukan penyisiran terhadap belanja OPD, termasuk koreksi terhadap estimasi SILPA.
Menurut Edi, sebelumnya SILPA belanja diperkirakan mencapai Rp2,3 triliun, namun setelah pemeriksaan ternyata estimasinya hanya sekitar Rp1,4 triliun.
“Sehingga kalau dipaksakan kualitas RAPBD itu akan dipertanyakan. Wong jelas-jelas gak ada uangnya kok dipasang,” tegas Edi.
Ia menambahkan bahwa setiap OPD saat ini berjalan dengan maksimal, termasuk dalam proyeksi pelaksanaan anggaran.
“Dan sudah kita hitung masing-masing OPD berapa yang akan tereksekusi, mana yang tidak dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di tahun 2025,” jelasnya.














