JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Temu Bisnis sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Eastern Bojonegoro, Jumat (12/12/2025), dan dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, serta pelaku usaha dan perwakilan jaringan ritel modern.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa kegiatan Temu Bisnis ini sejalan dengan harapan Bupati Bojonegoro agar pada tahun 2025 hingga 2026 terjadi pertumbuhan ekonomi yang nyata di daerah. Menurutnya, pertemuan antara pihak yang membutuhkan dan pihak penyedia menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekonomi.
“Kalau hari ini adalah temu bisnis, berarti akan ada pertemuan antara yang membutuhkan dan yang menyediakan. Ketika yang menyediakan dan yang membutuhkan ini ada klik, maka akan muncul permintaan dan supply,” ujar Nurul Azizah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang sangat penting untuk mencegah terjadinya lonjakan harga. Jika permintaan tinggi namun tidak diimbangi dengan ketersediaan produk, maka berpotensi memicu inflasi.
“Kalau nanti permintaan tinggi sedangkan tidak bisa memberikan penyediaan, maka akan berakibat harga tinggi atau terjadi inflasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurul Azizah juga menyinggung kehadiran produk-produk lokal yang ditampilkan dalam kegiatan temu bisnis, termasuk keterlibatan jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart. Ia berharap produk-produk tersebut dapat benar-benar masuk ke pasar dan menjadi kebanggaan daerah.
“Produk-produk ini sudah ada di hadapan kita sebagai contoh. Diharapkan nanti ketika dibutuhkan, produk ini bisa menjadi kebanggaan dan tidak berhenti hanya sebagai display semata,” katanya.
Lebih lanjut, Nurul Azizah menekankan bahwa Temu Bisnis ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan simbolis. Ia berharap ada tindak lanjut konkret berupa kerja sama pemasaran yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi keluarga masyarakat Bojonegoro.
“Ajang ini harus bisa ditindaklanjuti. Ketika produk-produk yang dihasilkan mampu memberikan kontribusi pada ekonomi keluarga, maka dari ekonomi keluarga itulah akan terbentuk perekonomian daerah yang mantap,” pungkasnya.
Kegiatan Temu Bisnis ini diharapkan menjadi jembatan strategis antara pelaku UMKM lokal dengan jaringan distribusi yang lebih luas, sehingga mampu memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.













