JagatSembilan.com | Bojonegoro – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP PGRI Bojonegoro turut ambil bagian dalam Sarasehan Penguatan Geopark Nasional Bojonegoro menuju UNESCO Global Geoparks (UGGp) yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Ballroom Hotel Aston Bojonegoro, Senin (19/1/2026).
Sarasehan yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan Geopark Bojonegoro agar mampu naik kelas ke tingkat internasional dan diakui sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkelas dunia, yakni Profesor Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo FASc selaku Vice President Global Geoparks Network Association (GGN), serta Profesor Dato’ Norzaini Azman yang dikenal sebagai pakar pendidikan awam. Keduanya memaparkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan geopark berstandar internasional.
Kehadiran BEM IKIP PGRI Bojonegoro menjadi representasi peran aktif mahasiswa dalam mendukung program strategis daerah. Mahasiswa dinilai memiliki posisi penting sebagai agen perubahan, khususnya dalam edukasi publik, penguatan literasi geopark, serta promosi potensi lokal Bojonegoro.
Salah satu anggota BEM IKIP PGRI Bojonegoro, Sri Sunarti Indrawati, menegaskan kesiapan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam upaya tersebut.
“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kami melihat Geopark Bojonegoro bukan sekadar potensi wisata, melainkan ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang harus dijaga keberlanjutannya,” ujarnya.
Dalam sarasehan tersebut, BEM IKIP PGRI Bojonegoro juga terlibat dalam diskusi terkait pemenuhan standar UNESCO, mulai dari aspek konservasi warisan geologi, pelibatan masyarakat lokal, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis pariwisata geopark.
Sri Sunarti menambahkan, keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu menjembatani gagasan akademik dengan realitas di lapangan.
“Kami berharap civitas akademika, khususnya mahasiswa, bisa menjadi penggerak yang konsisten dalam mengawal Bojonegoro menuju pengakuan UNESCO Global Geopark,” tambahnya.
Keikutsertaan BEM IKIP PGRI Bojonegoro dalam sarasehan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi kampus dan organisasi mahasiswa lainnya untuk bersama-sama mengawal visi besar Kabupaten Bojonegoro agar diakui di tingkat dunia.













