Turba Perdana PCNU Tuban Tekankan Konsolidasi Organisasi

Rais Syuriyah PCNU Tuban Kiai Dr Ahsan Ghozali menyampaikan tausiyah dalam Turba perdana PCNU Tuban di MWC NU Jenu
Rais Syuriyah PCNU Tuban Kiai Dr. Ahsan Ghozali menyampaikan tausiyah pada kegiatan Turba perdana PCNU Tuban di MWC NU Kecamatan Jenu, Selasa (3/2/2026).

JagatSembilan.com | Tuban — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban menegaskan pentingnya silaturahmi dan konsolidasi organisasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda jam’iyah. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Turun ke Bawah (Turba) perdana yang digelar di MWC NU Kecamatan Jenu, Selasa (3/2/2026).

Rais Syuriyah PCNU Tuban, Kiai Dr. Ahsan Ghozali, mengatakan bahwa konsolidasi merupakan kunci agar seluruh elemen organisasi dapat berjalan seiring dan sejalan dalam berkhidmah. Menurutnya, tanpa konsolidasi yang kuat, potensi besar organisasi tidak akan terkelola secara optimal.

“Konsolidasi organisasi ini sangat penting sebagai modal utama dalam menjalankan amanah jam’iyah,” ujar Ahsan dalam sambutannya.

Ia mencontohkan, praktik konsolidasi telah diteladankan oleh Rasulullah Muhammad SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Pada peristiwa tersebut, Rasulullah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar agar terbangun kekompakan dalam memperjuangkan Islam.

“Dari peristiwa itu kita belajar bahwa kekuatan organisasi terletak pada persatuan dan kebersamaan. Jika semua unsur kompak, maka tugas-tugas khidmah dapat dijalankan dengan baik,” kata pengasuh Pondok Pesantren Langitan itu.

Dalam tausiyahnya, Ahsan juga mengingatkan seluruh pengurus NU untuk senantiasa melakukan tajdidun niyyah atau memperbarui niat dalam berkhidmah. Ia menekankan bahwa kesungguhan mengurus NU bukan semata-mata urusan organisasi, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual kepada para pendiri NU.

“Kenapa kita harus serius mengurusi NU? Karena itu merupakan bentuk muraqabah kita kepada masyayikh pendiri NU, agar kita memperoleh keberkahan dari beliau-beliau,” tuturnya.

Ia kemudian mengutip dawuh pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, yang dikenal luas di kalangan nahdliyin. Dalam dawuh tersebut, KH Hasyim Asy’ari menyatakan bahwa siapa pun yang mengurusi NU dianggap sebagai santrinya dan didoakan agar wafat dalam keadaan husnul khatimah.

“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa berkhidmah di NU bukan hanya kerja organisatoris, tetapi juga jalan spiritual yang penuh nilai dan keberkahan,” pungkas Ahsan.

Kegiatan Turba perdana ini menjadi bagian dari upaya PCNU Tuban memperkuat komunikasi, koordinasi, dan soliditas organisasi hingga ke tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) NU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *