Sesepuh FKUB Pulang Umroh, Tokoh Lintas Agama Bojonegoro Gelar Silaturahim

Tokoh lintas agama Bojonegoro silaturahim ke Hj Tjitjik Mursyidah Muqofi di Desa Kalianyar Kapas usai pulang umroh
Tokoh lintas agama Bojonegoro bersilaturahim ke Hj. Tjitjik Mursyidah Muqofi di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Jumat (12/02/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Kepulangan sesepuh FKUB dan sekaligus sesepuh Muslimat Bojonegoro, Hj. Tjitjik Mursyidah Muqofi dari ibadah umroh disambut hangat para tokoh lintas agama Kabupaten Bojonegoro dengan menggelar silaturahim di kediamannya di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Jumat (12/02/2026).

Silaturahim tersebut dihadiri jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro dan sejumlah tokoh agama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama.

Dalam kesempatan itu, Hj. Tjitjik menyampaikan rasa syukurnya dapat menunaikan ibadah umroh dalam kondisi sehat.

“Bersyukur dapat menjalankan Ibadah Umroh, sebuah anugerah luar biasa yang patut disyukuri, alhamdulillah fisik masih kuat. Terima kasih para tokoh antar agama yang rawuh mengunjungi saya dan keluarga,” tutur Umma Tjitjik sapaan akrabnya.

Ketua FKUB Bojonegoro, H. Hanafi, turut menyampaikan doa terbaik bagi Hj. Tjitjik Mursyidah Muqofi.

“Kita do’akan kepada Unma Tjitjik agar sehat wal afiat selalu dan mabrur dalam ibadah umroh,” ujarnya.

Romo Sapta Widada, Pastor Gereja Katolik Santo Paulus, dalam suasana penuh keakraban juga berbincang mengenai pengalaman spiritual Umma selama di luar negeri. Ia sempat menanyakan bagaimana perasaan Umma saat memasuki Hagia Sophia di Turki serta bagaimana suasana yang dirasakan di bangunan bersejarah tersebut.

Silaturahim semakin hangat ketika HM. Hasan Bisri Sekretaris FKUB Bojonegoro menceritakan semangat dan keteladanan Hj. Tjitjik.

“Umma Tjitjik masih luar biasa semangat, energik dan istiqomah dalam beraktifitas. Hingga umur 77 tahun, Unma masih bisa jalan kaki ibadah Umroh sekitar 10 km dalam sekali. Patut kita kita teladani,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi cerminan harmoninya kehidupan antarumat beragama di Bojonegoro. Kehadiran tokoh lintas agama dalam suasana kekeluargaan menunjukkan bahwa nilai toleransi dan persaudaraan terus terawat dengan baik. Acara itu berlangsung hangat dan mengalir begitu saja, dimulai pukul 18.30 WIB tak terasa sampai pukul 20.45 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *