JagatSembilan.com | Bojonegoro – Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Bojonegoro menggelar Pelatihan Koding atau Web Developer bagi generasi muda di Kota Migas. Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (23/02/2026) di Gedung Bojonegoro Creative Hub (BCH), Jalan Pemuda, Bojonegoro.
Pelatihan ini akan berlangsung selama 16 kali pertemuan. Dari total 47 pendaftar, panitia melakukan proses seleksi melalui pengisian formulir hingga akhirnya terpilih 20 peserta sesuai kuota yang ditetapkan.
Acara pembukaan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Elzadeba Agustina beserta staf, Ketua Komite Ekraf Bojonegoro Alfian bersama anggota, pemateri Dafit Kris, serta jajaran anggota Komite Ekraf lainnya.
Dalam sambutannya, Elzadeba mengaku sempat bertanya tentang dunia coding yang menurutnya berbeda dengan generasi sebelumnya. Ia menyinggung perbedaan karakter generasi dari Gen X, milenial, hingga Gen Z dan Gen Alfa yang kini hidup di era serba digital.
“Workshop atau pelatihan memang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi zaman saat ini. Sekarang semuanya sudah digitalisasi. Anak-anak Gen Z ini nanti yang akan menemukan hal-hal baru yang bisa dikembangkan dan diikuti generasi di bawahnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, Disbudpar Bojonegoro akan terus mendukung kegiatan yang membawa manfaat bagi peningkatan sumber daya manusia (SDM) generasi muda, khususnya yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
Menurutnya, Bojonegoro Creative Hub memang diproyeksikan sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan kreativitas anak muda. Tempat tersebut diharapkan menjadi wadah belajar, berkoordinasi, serta membangun jejaring antar pelaku kreatif.
“Tempat ini bisa digunakan untuk menimba ilmu, berkolaborasi, dan saling support. Silakan dimanfaatkan sesuai kebutuhan, dengan tetap menjaga agar BCH semakin berkembang dan maju,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Komite Ekraf Bojonegoro, Alfian, menyampaikan bahwa semua peserta diharapkan bersungguh-sungguh. Hal itu supaya dalam mengikuti kegiatan ada manfaatnya.
Dengan kuota terbatas dan proses seleksi yang ketat, diharapkan 20 peserta terpilih dapat mengikuti seluruh rangkaian 16 pertemuan secara konsisten hingga tuntas, sehingga mampu menghasilkan karya digital yang aplikatif dan bernilai ekonomi.
Melalui pelatihan ini, Komite Ekraf Bojonegoro berharap lahir talenta-talenta muda yang siap bersaing di era ekonomi digital serta mampu membuka peluang usaha berbasis teknologi di Kabupaten Bojonegoro.














