Surat Yasin Setara 10 Kali Khatam? Ini Penjelasan M. Lutfi Zamroni Wakil Ketua PCNU Bojonegoro

M. Lutfi Zamroni saat mengasuh pengajian di Ponpes Abu Dzarin Banin Banat Bojonegoro
Pengasuh Ponpes Abu Dzarin Banin Banat, M. Lutfi Zamroni, saat menyampaikan kajian tentang keistimewaan Surat Yasin.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengasuh Ponpes Abu Dzarin Banin Banat, K.M. Lutfi Zamroni, mengungkapkan sejumlah keistimewaan Surat Yasin dalam keterangannya kepada JagatSembilan.com. Ia menegaskan bahwa Surat Yasin memiliki kedudukan istimewa sebagai Qolbul (hati) Qur’an atau hatinya Al-Qur’an. Selasa (24/02/2026).

“Kalau ngaji tata cara Yasin itu, kita paham bahwa surat Yasin itu bagian dari hatinya Quran itu surat Yasin. Jadi, segala sesuatu itu punya hati dan hatinya Al-Qur’an itu adalah surat Yasin,” tutur M. Lutfi Zamroni yang juga Wakil Ketua PCNU Bojonegoro itu.

Ia menjelaskan, salah satu keistimewaan Surat Yasin adalah besarnya pahala bagi orang yang membacanya.

“Dan termasuk keistimewaan surat Yasin adalah barang siapa membaca Yasin, satu surat Yasin satu kali, itu sama dengan membaca sama pahalanya sama dengan membaca Quran khatam sepuluh kali. Membaca Quran khatam sepuluh kali termasuk keistimewaan surat Yasin,” jelas M. Lutfi yang juga Alumni Ponpes Lirboyo itu.

Selain pahala yang berlipat, Surat Yasin juga diyakini menjadi wasilah dikabulkannya hajat.

“Termasuk keistimewaan lain adalah dikabulkannya, dikabulkannya hajat. Dan Insya Allah ketika orang itu punya hajat, hajat besar itu bacakan Yasin, Insya Allah segera dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan alasan mengapa Surat Yasin disebut sebagai hatinya Al-Qur’an. Hal itu karena di dalamnya terdapat penegasan persaksian terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW.

“Termasuk di antara kenapa bisa menjadi hatinya Al-Qur’an? Karena dalam surat Yasin itu menegaskan persaksian. Persaksian terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang ditunjuk oleh Allah sebagai Rasul. Innaka laminal mursalin. Dari kata Innaka laminal mursalin itulah Allah menegaskan dan menyaksikan bahwa Muhammad itu adalah Rasulullah,” terangnya.

Menurutnya, persaksian tersebut berkaitan erat dengan keyakinan hati.

“Makanya diarani (dikatakan.red), lah persaksian itu kan berarti keyakinan, itu kan sebangsa hati. Makanya kenapa Yasin itu dikatakan sebagai Qolbul Qur’an, hatinya Al-Qur’an,” pungkasnya.

Melalui penjelasan tersebut, ia mengajak umat Islam untuk semakin mencintai dan mengamalkan Surat Yasin, tidak sekadar sebagai tradisi, tetapi juga sebagai penguatan iman dan keyakinan terhadap risalah Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *