JagatSembilan.com | Bojonegoro – Upaya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro dalam menghadirkan 1.660 bibit alpukat pada tahun 2025 mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dengan dukungan anggaran Rp148.150.000, penanaman yang dilakukan di sejumlah kecamatan berjalan baik dan memberi harapan baru bagi peningkatan pendapatan petani.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyebutkan bahwa bibit yang diberikan merupakan varietas miki dan siger (ratu puan), yang telah disalurkan kepada kelompok tani di Kecamatan Dander, Temayang, Sekar, Margomulyo, Bubulan, hingga Gondang.
“Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung konservasi lahan dan air,” ujarnya.
Distribusi bibit dilakukan secara bertahap di sejumlah desa. Di Kecamatan Bubulan, Desa Sumber Bendo menerima 120 batang. Kecamatan Dander meliputi Desa Ngraseh 100 batang dan Desa Dander 800 batang.
Selanjutnya, Kecamatan Margomulyo mencakup Desa Geneng 100 batang dan Desa Margomulyo 150 batang. Di Kecamatan Temayang, Desa Suko menerima 250 batang. Sementara Kecamatan Sekar, Desa Klino memperoleh 100 batang, dan Kecamatan Gondang, Desa Pajeng mendapat 40 batang.
Zaenal menjelaskan, bantuan bibit tanaman buah atau Multi Purpose Tree Species (MPTS) ini tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga memperkuat fungsi konservasi lingkungan, terutama di kawasan sekitar hutan.
Selain itu, penanaman pohon buah dinilai mampu membantu mengurangi risiko banjir di wilayah selatan Bojonegoro serta meningkatkan ketersediaan sumber air.
“Tanaman alpukat ini diperkirakan mulai berbuah pada usia tiga tahun dengan produksi sekitar 100 kilogram per pohon per tahun. Dengan harga sekitar Rp20 ribu per kilogram, satu pohon berpotensi menghasilkan Rp2 juta per tahun,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Saya bersama Kabid Perkebunan Bu Ida, hari ini melihat langsung lokasi penanaman dan mendapati bibit tumbuh dengan baik serta sesuai dengan jumlah yang disalurkan,” kata Zaenal Fanani, Selasa (14/3/2026).
Salah satu lokasi yang menjadi contoh keberhasilan berada di Desa Dander, Kecamatan Dander. Gapoktan Sumber Makmur tercatat menerima 800 bibit alpukat yang kini telah ditanam dan dirawat secara intensif.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur, M. Hari Mulyadi, memastikan seluruh bantuan bibit telah ditanam di lahan yang berdekatan dengan Pemandian Tirta Wana Dander.
“Sudah kami tanam di lahan ini, dekat dengan Pemandian Tirta Wana Dander. Monggo bisa dicek dan dihitung, insyaallah sesuai dengan jumlahnya. Mati satu atau dua saja, seingat saya,” ungkap Hari Mulyadi.
Ia menambahkan, perawatan tanaman dilakukan secara rutin, termasuk pemupukan setiap bulan guna menjaga pertumbuhan bibit alpukat tetap optimal.
“Setiap bulan kami lakukan pemupukan. Di lahan yang sama juga ada tanaman tumpang sari. Itu ditanam oleh warga sambil membersihkan dan merawat tanaman alpukat, sehingga tidak mengganggu pertumbuhannya,” jelasnya.
Meski tanaman belum memasuki fase berbunga, pihaknya optimistis dalam waktu dekat akan mulai berkembang lebih lanjut.
“Memang belum berbunga, tapi insyaallah dalam satu atau dua bulan ini kami upayakan agar bisa lebih cepat berbunga,” tambahnya.
Menurutnya, keberhasilan penanaman ini juga membuka peluang pengembangan sektor lain, seperti wisata agro. Lokasi perkebunan yang berdekatan dengan Wana Wisata Dander dinilai strategis untuk mendukung hal tersebut.
“Harapan kami, lahan alpukat ini bisa menjadi wisata agro karena lokasinya dekat dengan Wana Wisata Dander,” katanya.
Selain itu, pihak Gapoktan juga mengusulkan pemanfaatan sumber air di sekitar wilayah Jembatan Cino Mati yang berada di selatan area perkebunan. Penumpukan air dari kawasan hutan dinilai berpotensi mendukung kebutuhan irigasi tanaman alpukat maupun tanaman lain milik warga.
“Di selatan, dekat Jembatan Cino Mati, ada penumpukan air dari kawasan hutan. Kami ingin mengusulkan agar air itu bisa dimanfaatkan untuk tanaman alpukat dan juga untuk kebutuhan pertanian warga sekitar,” bebernya.
Selain itu Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, terutama kepada Kepala DKPP Zaenal Fanani serta Bupati Setyo Wahono yang telah memberikan program tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepala DKPP Bojonegoro, Pak Zaenal Fanani, serta Pak Bupati Setyo Wahono yang juga sempat hadir saat tanam perdana,” pungkasnya.














