Lihat Kemampuan Hasil Kelas Koding, Dafit Kris Biantoro Uji Siswanya dengan Disbudpar Bojonegoro

Peserta Kelas Koding Bojonegoro mempresentasikan hasil aplikasi di Gedung BCH
Peserta Kelas Koding mempresentasikan hasil pengembangan aplikasi di hadapan penguji dari Disbudpar Bojonegoro dalam evaluasi akhir di Gedung BCH, Kamis (16/04/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta, Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Bojonegoro, Dafit Kris Biantoro menggelar uji hasil Kelas Koding dengan menghadirkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Kamis (16/04/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung BCH Jalan Pemuda Bojonegoro tersebut diikuti oleh 12 peserta dari berbagai latar belakang di Kabupaten Bojonegoro. Para peserta sebelumnya telah mengikuti Kelas Koding selama 16 kali pertemuan.

Dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, hadir Ana Dwi Agustin dan Iwan Hermawan yang turut menjadi penguji sekaligus memberikan masukan terhadap hasil karya peserta.

Dalam kegiatan tersebut, setiap peserta dipanggil satu per satu untuk mempresentasikan hasil koding yang telah mereka kerjakan selama mengikuti kelas. Para penguji kemudian memberikan pertanyaan terkait fungsi, konsep, serta pengembangan dari aplikasi atau program yang ditampilkan.

Selain memberikan pertanyaan, para penguji juga memberikan saran dan masukan agar hasil koding yang dibuat peserta dapat lebih optimal dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Bojonegoro sekaligus pengisi Kelas Koding, Dafit Kris Biantoro mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi sekaligus dorongan agar peserta lebih siap memasuki dunia industri digital.

“Kami ingin melihat sejauh mana peserta memahami materi yang sudah diberikan selama 16 kali pertemuan. Tidak hanya sekadar belajar, tapi mereka juga harus mampu menghasilkan karya nyata yang bisa dikembangkan lebih lanjut,” ujar Dafit Kris Biantoro.

Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran Disbudpar Bojonegoro dalam kegiatan ini menjadi bentuk sinergi untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi di Bojonegoro.

“Kami menghadirkan Disbudpar agar peserta mendapatkan perspektif yang lebih luas, terutama terkait peluang pengembangan produk digital yang bisa mendukung sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Bojonegoro,” tambahnya.

Dafit berharap, melalui Kelas Koding ini akan lahir talenta-talenta digital baru dari Bojonegoro yang mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi kreatif daerah.

“Kami optimistis dari 12 peserta ini akan muncul developer-developer muda Bojonegoro yang mampu menghasilkan karya inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *