Dari Lagu ke Ruh Perjuangan: Alifiya Ungkap Makna di Balik “Gus Nabil Jagoné Pagar Nusa”

Alifiya Luthfa Ramadhani penulis lagu Gus Nabil Pagar Nusa
Alifiya Luthfa Ramadhani, penulis dan produser lagu “Gus Nabil Jagoné Pagar Nusa (Pop Rock Koplo Version)”.

JagatSembilan.com | Jombang – Karya musik bertema silat dan spiritual kembali hadir dengan pendekatan berbeda. Lagu berjudul “Gus Nabil Jagoné Pagar Nusa (Pop Rock Koplo Version)” menjadi perbincangan karena tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga sarat nilai perjuangan dan adab pendekar. Kini, lagu tersebut juga telah resmi dirilis di platform YouTube dengan https://youtu.be/VRMfTOI3KiU bisa disaksikan langsung oleh masyarakat luas.

Di balik lagu tersebut, sosok Alifiya Luthfa Ramadhani tampil sebagai kreator utama. Ia tidak hanya menulis dan menciptakan lagu, tetapi juga terlibat langsung sebagai produser.

Dalam wawancara, Alifiya mengungkapkan bahwa karya ini memang diniatkan sebagai bentuk dedikasi untuk Pagar Nusa dan Ketua Umumnya, Gus Nabil.

“Lagu ini saya dedikasikan untuk Pagar Nusa dan Gus Nabil. Saya ingin menghadirkan karya yang bukan sekadar enak didengar, tapi juga punya ruh perjuangan dan identitas pendekar santri,” ujarnya. Rabu (29/04/2026).

Kolaborasi Nasional dengan Nuansa Pop Rock Koplo

Kekuatan lagu ini semakin terasa melalui kolaborasi dua penyanyi nasional, yakni Jihan Shabir (IDOL) dan Bayu (KDI). Keduanya dikenal memiliki pengalaman panjang di industri hiburan dan kerap tampil di layar televisi nasional.

Alifiya menyebut pemilihan genre Pop Rock Koplo bukan tanpa alasan.

“Saya ingin musiknya tetap energik dan merakyat, tapi juga megah. Koplo itu dekat dengan masyarakat, sementara pop rock memberi nuansa kuat dan berwibawa,” jelasnya.

Bukan Sekadar Lagu, Tapi Mars Pendekar Santri

Lebih jauh, Alifiya menegaskan bahwa lagu ini memang dirancang sebagai “mars kebanggaan” yang merepresentasikan karakter pendekar Pagar Nusa.

Menurutnya, lirik lagu menggabungkan dua hal penting: kekuatan fisik dan ketundukan spiritual.

“Pendekar itu bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga harus punya adab, akhlak, dan kedekatan dengan Allah. Itu yang ingin saya sampaikan di setiap lirik,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bagian-bagian lagu seperti selawat sebelum bertanding dan semangat satu komando sebagai simbol nilai-nilai yang dijaga dalam Pagar Nusa.

Apresiasi Langsung dari Gus Nabil

Karya tersebut mendapat respons langsung dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Gus Nabil. Ia menilai lagu ini lebih dari sekadar karya musik.

Dalam pernyataannya, Gus Nabil menyampaikan: “MasyaAllah, apresiasi setinggi-tingginya untuk Alifiya atas lahirnya karya yang sarat makna dan ruh perjuangan. Ini bukan sekadar lagu, tetapi pengingat kolektif tentang jati diri pendekar—tentang adab, akhlak, dan ketundukan kepada Allah serta para guru. Terima kasih telah menghadirkan karya yang tidak hanya indah didengar, tetapi juga menghidupkan nilai. Semoga menjadi wasilah penguat ruh perjuangan dan penjaga marwah pencak silat di tengah zaman. Salam Pagar Nusa 🙏”

Menjaga Marwah di Era Modern

Di tengah arus modernisasi, Alifiya berharap karya ini bisa menjadi pengingat bagi generasi muda, khususnya para pendekar, agar tetap menjaga nilai-nilai luhur.

“Harapannya, lagu ini bisa jadi penyemangat sekaligus pengingat bahwa kekuatan harus dibarengi dengan adab dan ketundukan kepada Allah,” tuturnya.

Melalui sentuhan kreatif Alifiya serta dukungan vokal dari Jihan Shabir dan Bayu KDI, lagu ini kini menjelma menjadi simbol kebanggaan baru bagi Pagar Nusa—mengikat semangat santri dalam satu irama perjuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *