JagatSembilan.com | Bojonegoro – Aroma masakan yang menggoda biasanya identik dengan tangan cekatan ibu-ibu. Namun, suasana di halaman MI Nurul Huda Temayang pada Sabtu (2/5/2026) pagi mendadak berubah. Puluhan bapak-bapak wali murid tampak sibuk mengulek bumbu, memegang sodet, dan meracik hidangan di atas kompor.
Bukan tanpa alasan, aksi “alih peran” ini merupakan bagian dari perayaan unik Hari Kartini sekaligus Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar oleh madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU tersebut.
Kepala MI Nurul Huda Temayang, M. Syukran, mengungkapkan bahwa tahun ini pihak sekolah ingin memberikan edukasi visual yang nyata bagi para siswa.
“Peringatan Hari Kartini dan Hardiknas kali ini memang sengaja kami buat berbeda. Kami menghadirkan lomba memasak yang khusus diikuti oleh bapak-bapak wali murid dan perwakilan santri dari Kopsyah BMT AT-TAJDID,” ungkap M. Syukran di sela-sela kemeriahan acara.
Di balik keseruan dan tawa para peserta yang mungkin masih canggung dengan peralatan dapur, terselip pesan moral yang mendalam. Moh. Syukran menjelaskan bahwa ide segar ini lahir dari tangan Ketua Panitia, Bapak M. Subeki, S.Pd.I.
“Melalui inisiatif dari Bapak M. Subeki, kami ingin menunjukkan secara langsung kepada anak-anak bahwa kesetaraan gender bukan sekadar teori di buku pelajaran. Ini harus ditanamkan sejak dini. Bahwa urusan dapur bukan hanya tugas perempuan, dan laki-laki pun bisa mengambil peran di sana,” tegasnya.
Kegiatan ini pun sukses mencuri perhatian. Para siswa tampak antusias memberikan semangat kepada ayah mereka yang sedang berjuang menyajikan hidangan terbaik. Melalui asap dapur dan bumbu masakan, MI Nurul Huda Temayang berhasil merayakan semangat Kartini dan pendidikan karakter dengan cara yang sangat membumi.
Penulis : M. Nur Aziz Eko Aprianto














