Semangat Kaderisasi, PC Fatayat NU Bojonegoro Gelar LKD bagi Kader Muda se-Cabang

Peserta LKD PC Fatayat NU Bojonegoro berfoto bersama usai kegiatan kaderisasi kader muda se-Cabang Bojonegoro
Puluhan kader muda Fatayat NU se-Cabang Bojonegoro mengikuti kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD) yang digelar PC Fatayat NU Bojonegoro di Aula Savana Fatayat NU, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, 9–10 Mei 2026.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Fatayat Nahdlatul Ulama melalui Pimpinan Cabang Fatayat NU Bojonegoro menggelar kegiatan LKD (Latihan Kader Dasar) pada tanggal 9–10 Mei 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Savana Fatayat NU Bojonegoro yang berlokasi di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan kaderisasi formal ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan perwakilan dari PAC Fatayat NU se-Cabang Bojonegoro. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian pelatihan yang menjadi gerbang awal proses pengkaderan resmi di lingkungan Fatayat NU.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan diisi oleh fasilitator dari Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Timur dengan berbagai materi penting, di antaranya Aswaja, Citra Diri Fatayat NU, keorganisasian, kepemimpinan, serta pengantar gender.

Ketua panitia, Ita Agustina, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat fokus dan bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan.

“LKD ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang belajar dan proses pembentukan kader yang nantinya akan menjadi penggerak organisasi di tingkat masing-masing. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Rutin Winarsih, menyampaikan harapan besar kepada para calon kader Fatayat NU. Menurutnya, LKD merupakan gerbang awal dalam proses kaderisasi formal organisasi.

“LKD adalah gerbang pengkaderan formal Fatayat NU. Dari sini akan lahir kader-kader perempuan Nahdliyin yang tangguh, aktif, dan mampu membawa organisasi semakin berdaya dan berdampak di tengah masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung aktif dan dinamis. Peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga terlibat dalam berbagai forum diskusi, simulasi, serta sharing pengalaman yang membuat suasana pelatihan lebih hidup dan interaktif. Semangat para peserta selama mengikuti kegiatan menjadi bukti bahwa kaderisasi tetap menjadi ruh penting dalam keberlangsungan organisasi Fatayat NU di Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *