JagatSembilan.com | Bojonegoro – Nurul Azizah merespons berbagai kritik dan masukan yang disampaikan HMI Cabang Bojonegoro terkait persoalan pendidikan hingga kesiapan ekonomi daerah pasca migas dalam opening seremoni Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-XXIII HMI Cabang Bojonegoro di Ria Resto & Cafe Bojonegoro, Minggu (18/05/2026).
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberikan apresiasi kepada mahasiswa, khususnya HMI Bojonegoro, yang dinilai konsisten mengawal isu-isu publik maupun kebijakan daerah. Ia menyampaikan bahwa peran mahasiswa sangat penting sebagai kontrol sosial dan mitra pembangunan.
Dalam sambutannya, Nurul Azizah juga menanggapi berbagai persoalan yang disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Bojonegoro. Menurutnya, isu terkait Anak Putus Sekolah, pemerataan pendidikan, hingga kesiapan ekonomi daerah pasca migas memang menjadi tantangan nyata yang harus dipersiapkan sejak sekarang.
“Pemerintah Kabupaten Bojonegoro siap mendukung dan berkolaborasi dengan HMI dalam bentuk apa pun demi kemajuan daerah. Kritik, masukan, dan pengawasan dari mahasiswa adalah bagian penting dalam proses pembangunan,” ungkapnya.
Kegiatan itu mengusung tema HMI sebagai Episentrum Gerakan Intelektual dan Determinan Gerakan Mahasiswa dalam Mendorong Transformasi Pembangunan Daerah.
Acara turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro Amir Syahid, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Zainal Fanani, serta Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Elfia Nuraini.
Selain itu, hadir pula kader dan alumni HMI serta sejumlah organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Kabupaten Bojonegoro.
Ketua Umum HMI Cabang Bojonegoro Rony Sugiarto menegaskan saat opening seremoni bahwa HMI harus tetap hadir sebagai organisasi yang aktif mengawal isu-isu publik dan kebijakan daerah. Ia menyoroti tingginya angka Anak Putus Sekolah (APS) di Bojonegoro yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait pemerataan akses pendidikan dan beasiswa bagi masyarakat kurang mampu.
Selain persoalan pendidikan, Rony juga menyinggung pembangunan ekonomi daerah yang dinilai harus mulai dipersiapkan secara matang menghadapi berakhirnya kontrak kerja sama dengan ExxonMobil dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, Kabupaten Bojonegoro tidak boleh terus bergantung pada sektor migas semata dan harus mulai memperkuat sektor alternatif demi keberlanjutan ekonomi daerah.
“HMI ingin memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi jangka pendek. Bojonegoro harus siap menghadapi masa setelah kontrak ExxonMobil selesai. Karena itu, perlu ada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas SDM, dan pemerataan pembangunan,” ujar Rony dalam sambutannya.
Melalui Konfercab Ke-XXIII ini, HMI Cabang Bojonegoro berharap dapat melahirkan gagasan, kepemimpinan, serta arah gerakan yang lebih progresif dan responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat dan pembangunan daerah di Kabupaten Bojonegoro.













