Serahkan Sapi dari Presiden di Masjid Babussofa, Nurul Azizah Ajak Teladani Nabi Ibrahim

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyerahkan sapi bantuan Presiden saat Idul Adha di Masjid Babussofa Bojonegoro
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyerahkan sapi bantuan Presiden kepada panitia kurban usai salat Idul Adha di Masjid Babussofa, Desa Sukorejo, Bojonegoro, Rabu (27/05/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengajak masyarakat meneladani keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Hal itu disampaikan saat menghadiri salat Idul Adha sekaligus penyerahan sapi bantuan Presiden di Masjid Babussofa, Desa Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Rabu (27/05/2026).

Dalam sambutannya, Nurul Azizah mengatakan Idul Adha menjadi momentum penting untuk mengingat kembali ujian berat yang dialami Nabi Ibrahim AS ketika diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putra tercintanya.

Nurul Azizah menyampaikan sambutan
Nurul Azizah Wakil Bupati Bojonegoro menyampaikan sambutan di sholat Idul Adha

“Setiap momentum Idul Adha tentu kita diingatkan akan kebesaran, keteguhan, dan kesabaran Nabi Ibrahim ketika diberikan ujian oleh Allah SWT untuk menyembelih putra tercinta,” ujarnya.

Ia menyampaikan, dari kisah tersebut terdapat pelajaran berharga bagi kehidupan masyarakat. Menurutnya, setiap orang pasti menghadapi ujian, rintangan, dan hambatan dalam kehidupan.

“Maka yang perlu diprioritaskan adalah sabar, tawakal, semangat mencari kebenaran dan komitmen untuk menegakkan kebenaran. Dan tentunya ikhlas berserah diri kepada Allah SWT,” tuturnya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena pada tahun kedua kepemimpinan bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat secara maksimal.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi adanya penurunan postur APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2026. Jika pada tahun 2022 hingga 2024 APBD mencapai sekitar Rp8,2 triliun, maka pada tahun 2026 turun menjadi sekitar Rp6,3 triliun.

“Artinya ada pengurangan kurang lebih hampir Rp2 triliun. Maka dengan pengurangan kekuatan APBD tersebut, program yang diinginkan masyarakat secara menyeluruh belum bisa kami laksanakan secara maksimal,” katanya.

Meski demikian, Pemkab Bojonegoro tetap memprioritaskan sejumlah sektor penting, di antaranya pembangunan infrastruktur pedesaan melalui skema DKJ, sektor kesehatan, dan pertanian.

Di bidang kesehatan, Nurul Azizah menyebut masyarakat Bojonegoro saat ini dapat memperoleh layanan pengobatan gratis melalui pembiayaan BPJS yang diklaim melalui APBD Kabupaten Bojonegoro.

“Masyarakat Bojonegoro semuanya yang berobat adalah gratis,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan adanya peningkatan layanan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, seperti layanan kemoterapi, pelayanan jantung terpadu, stem cell, hingga DSA atau cuci otak.

“Ini sebagai bukti upaya meningkatkan pelayanan kesehatan agar masyarakat Bojonegoro tidak lagi berobat ke luar kota,” imbuhnya.

Sementara di sektor pertanian, Pemkab Bojonegoro terus memprioritaskan dukungan fasilitas pertanian secara bertahap, mulai dari penyediaan air, pupuk, batang dan bibit tanaman hingga perhatian terhadap harga pasca panen.

Dalam kesempatan tersebut, Nurul Azizah juga menyampaikan bahwa Masjid Babussofa kini telah diserahkan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bojonegoro setelah sebelumnya merupakan milik keluarga Tinton Suprapto.

Khitmat pelaksanaan sholat Idul Adha di Masjid Babussofa
Khitmat pelaksanaan sholat Idul Adha di Masjid Babussofa

Sementara itu, khotib salat Idul Adha, Ali Mujahidin, dalam khutbahnya mengingatkan jamaah agar menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat cinta kepada Allah SWT di atas segala-galanya.

Menurutnya, kalimat takbir yang dikumandangkan umat Islam merupakan pengakuan bahwa Allah Maha Besar, sedangkan manusia hanyalah hamba yang lemah dan penuh kekurangan.

“Idul Adha datang bukan hanya untuk menghadirkan suara takbir dan penyembelihan hewan qurban, tetapi untuk mengingatkan bahwa cinta kepada Allah harus lebih besar daripada cinta kepada apa pun yang ada di dunia ini,” ucapnya.

Ali Mujahidin juga mengulas kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai teladan ketaatan dan keimanan dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.

“Seorang ayah yang taat akan melahirkan anak yang kuat imannya,” katanya.

Ia pun mengingatkan para orang tua agar tidak hanya memikirkan kebutuhan duniawi anak-anaknya, tetapi juga membimbing mereka mengenal agama dan menjaga salat.

“Kesuksesan terbesar bukan ketika anak memiliki jabatan tinggi atau harta yang banyak, tetapi ketika anak masih menjaga salatnya, masih mendoakan orang tuanya, dan masih takut kepada Allah,” tuturnya.

Dalam khutbahnya, Ali Mujahidin juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan manusia harus memperbanyak amal saleh sebagai bekal akhirat.

“Gunakan harta kita untuk bersedekah, gunakan waktu untuk beribadah, dan gunakan hidup untuk mencari ridha Allah SWT,” pungkasnya.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Budi Jatmiko Ketua Takmir Masjid Babussofa, Pimpinan OPD Pemkab Bojonegoro, Ketua DMI Bojonegoro dan juga jajaran dari Forum Kerukunan Umat Beragama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *