JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pondok Pesantren Al-Rosyid menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) Kepramukaan mulai Sabtu (25/7/2026) hingga Kamis (30/7/2026) di Kampus 2 Al-Rosyid, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 156 peserta dari Madrasah Aliyah Al-Rosyid mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari upaya mencetak generasi berkarakter, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Pembukaan KMD dihadiri Sekretaris Kecamatan Dander Zumrotin selaku Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro Dra. H. Hanafi, Kamabigus Al-Rosyid KH. Alamul Huda Masyhur, Danramil Dander Parjan, Kapolsek Dander Warsito, serta Kepala Desa Ngumpakdalem Ahmad Burhani.
Dalam sambutannya, Ketua Harian Kwarcab Bojonegoro Dra. H. Hanafi menyampaikan salam dari Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang juga menjabat Ketua Kwarcab Bojonegoro. Menurutnya, Nurul Azizah sejatinya berkeinginan hadir langsung, namun berhalangan karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
“Sejatinya Ibu Nurul Azizah, Wakil Bupati Bojonegoro yang juga Ketua Kwarcab ini mau hadir. Tadi malam beliau telepon ada acara yang tidak bisa ditinggalkan sehingga saya diperintah untuk mewakili. Karena itu kami sampaikan salam beliau,” ujar Hanafi.
Hanafi menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan lembaga pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, ruang pendidikan Pramuka berada di antara pendidikan keluarga dan pendidikan formal di sekolah.
“Pramuka ini merupakan organisasi pendidikan yang bergerak di bidang nonformal. Yang tidak ditangani di kelas dan tidak ditangani oleh keluarga, itulah wilayahnya Pramuka,” katanya.
Ia menjelaskan, pendidikan kepramukaan lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter atau soft skill yang menjadi faktor utama keberhasilan seseorang.
“Orang berhasil dan sukses itu ditentukan 90 persen oleh karakter atau soft skill. Semangat, jujur, disiplin, setia, pantang menyerah, semua itu ada dalam pendidikan Pramuka,” ungkapnya.
Hanafi juga mengapresiasi nilai-nilai pendidikan yang diterapkan di Al-Rosyid, terutama semangat perjuangan yang terus ditanamkan kepada para santri.
“Jangan berharap kita bisa berhasil tanpa melalui susah payah. Keberhasilan yang luar biasa ditentukan oleh usaha yang luar biasa. Siapa yang mampu berusaha luar biasa, dialah yang akan menjadi orang yang luar biasa,” tegasnya.
Sementara itu, Kamabigus Al-Rosyid KH. Alamul Huda Masyhur menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan di Pondok Pesantren Al-Rosyid. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, Pramuka tetap menjadi salah satu pilar utama pembentukan karakter santri.
“Tak semua generasi mau Pramuka, tak semua anak bangsa ini doyan Pramuka. Tapi bagi kami santri Al-Rosyid, Pramuka adalah rukun mutlak bagi pendidikan Al-Rosyid,” tegasnya.
Menurut KH. Alamul Huda Masyhur, konsistensi mempertahankan kegiatan kepramukaan merupakan bentuk komitmen pesantren dalam membekali santri agar mampu hidup mandiri dan beradaptasi di berbagai kondisi.
“Ketika yang lain pada tidak mau, maka kita sejak dulu tetap pada Pramuka. Karena akan bisa hidup di manapun juga dia berada,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian KMD dengan penuh semangat dan tidak menjadikannya sekadar kegiatan formalitas.
“Dengan segala keterbatasan yang kita punyai, kok mampu melaksanakan KMD dan kegiatan Pramuka dengan maksimal, itulah orang hebat,” katanya.
Di akhir sambutannya, KH. Alamul Huda Masyhur mengajak seluruh peserta menunjukkan semangat berbeda dalam mencintai Indonesia dan Gerakan Pramuka.
“Tunjukkan kepada kakak-kakak kita di Kwarcab Bojonegoro bahwa kita adalah spirit yang berbeda daripada yang lain dalam mencintai Indonesia dan kepramukaan,” pungkasnya.
Kegiatan KMD akan berlangsung selama enam hari dengan berbagai materi dan praktik kepramukaan yang bertujuan meningkatkan kompetensi peserta sebagai calon pembina Pramuka sekaligus memperkuat karakter, kedisiplinan, dan jiwa pengabdian mereka di tengah masyarakat.(Red)














