JagatSembilan.com | Bojonegoro – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Rosyid menghadirkan pengalaman belajar yang tidak biasa bagi para siswanya melalui kegiatan olahraga berkuda. Aktivitas yang masih jarang diterapkan di sekolah tingkat dasar ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter, keberanian, dan kemandirian anak.
Kegiatan berkuda menjadi bagian dari pembelajaran olahraga yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengendalikan sekaligus berkolaborasi dengan hewan yang memiliki naluri dan insting alami.
Dalam keterangannya, Hj. Laitstin Nafis, Kepala MI Al-Rosyid, menjelaskan bahwa kegiatan olahraga berkuda dilaksanakan secara rutin sebanyak empat kali dalam satu tahun ajaran. Rinciannya, dua kali pada pertengahan semester dan dua kali pada akhir semester. Pola tersebut diterapkan agar seluruh siswa memperoleh kesempatan merasakan pengalaman berkuda sebagai bagian dari pembelajaran olahraga sekaligus pendidikan karakter.
Bu Nafis sapaan akrabnya menjelaskan bahwa manfaat berkuda jauh melampaui aspek motorik. Menurutnya, anak-anak belajar mengembangkan keseimbangan emosi, keberanian, hingga kemampuan bekerja sama.
“Pada pelajaran olahraga ini, anak-anak itu perkembangannya bukan hanya motorik otot, tapi juga sisi-sisi mental, kemandirian, bagaimana bekerja sama dengan orang lain. Dengan kuda, anak belajar bagaimana bisa mengendalikan. Kuda itu hewan yang mempunyai insting, naluri, dan juga keinginan bergerak sendiri. Tapi bagaimana anak belajar berkolaborasi, menyeimbangkan, menyelaraskan gerakan keinginan anak dengan keinginan kuda,” kata Bu Nafis. Selasa (4/8/2026)
Ia menambahkan, berkuda juga menjadi sarana efektif untuk melatih keberanian. Menurutnya, keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan mampu mengendalikan rasa takut tersebut.
“Ini butuh keberanian dan nyali luar biasa. Bukan berarti berani itu tidak ada takut. Berani itu bagaimana mereka bisa menyeimbangkan antara pikiran, semangat, rasa takut, dan mampu menguasai yang lain. Jadi berani itu bukan berarti tidak ada rasa ketakutan, tapi bagaimana berani itu menaklukkan rasa takut,” jelas Bu Nafis yang juga mahasiswa Pascasarjana S3 (Doktoral) di UIN Satu Tulungagung.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berkuda merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Karena itu, MI Al-Rosyid berupaya menghadirkan pembelajaran tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus pembentukan mental peserta didik.
“Ini sangat baik sekali karena salah satu olahraga yang disunahkan, yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah berkuda. Berkuda ini jarang sekali ada lembaga yang berkesempatan melaksanakan kegiatan ini. Jadi insyaAllah ini adalah kegiatan yang luar biasa, manfaatnya bukan hanya motorik tapi juga mental anak-anak,” tambahnya
Antusiasme juga dirasakan para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya Dea, santri putri kelas IV MI Al-Rosyid. Ia mengaku sangat senang karena untuk pertama kalinya berkesempatan menunggang kuda secara langsung.
“Senang sekali bisa berkesempatan naik kuda, rasane agak takut. Namun Alhamdulillah berhasil menaklukkan ketakutan dan bisa mengendalikan kuda,” kata Dea.»
Melalui kegiatan ini, MI Al-Rosyid berharap para siswa tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga memiliki keberanian, rasa percaya diri, kemampuan mengendalikan diri, serta karakter tangguh yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.(Red)














