JagatSembilan.com | Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata KKN SDGs Kelompok 48 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program edukasi Budidaya Ikan dalam Ember Budikdamber di Balai Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Kamis, (06/08/2026).
Program ini merupakan bentuk kolaborasi bersama Pemerintah Desa Purwosari dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai teknik budidaya ikan lele yang dipadukan dengan penanaman kangkung sebagai solusi pemanfaatan lahan sempit untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Program Budikdamber dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan metode budidaya yang sederhana, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Melalui sistem ini, ikan lele dipelihara di dalam ember, sedangkan kangkung ditanam pada bagian atas ember menggunakan netpot. Konsep tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh dua hasil panen sekaligus, yaitu ikan lele sebagai sumber protein hewani dan kangkung sebagai sayuran segar, sehingga menjadi alternatif budidaya yang produktif dan ramah lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar Budikdamber, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan media budidaya, mulai dari persiapan ember, pemasangan net pot, penanaman kangkung, hingga penebaran benih lele. Mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai teknik pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, serta perawatan Budikdamber agar pertumbuhan ikan dan tanaman dapat berlangsung secara optimal. Peserta mengikuti kegiatan secara antusias dan aktif berdiskusi mengenai penerapan Budikdamber di lingkungan rumah masing-masing.
Selain menjadi media edukasi, Raffi dan Akbar selaku PIC Program Edukasi BUDIKDAMBER dan mahasiswa KKN 48 Bojonegoro mempunyai tujuan dan harapan untuk mendorong masyarakat guna memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha skala rumah tangga. Dengan memanfaatkan teknologi budidaya yang sederhana, masyarakat dapat meningkatkan ketersediaan pangan bergizi, mengurangi pengeluaran rumah tangga, serta memperoleh nilai tambah ekonomi dari hasil budidaya lele dan kangkung.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN SDGs Kelompok 48, Pemerintah Desa Purwosari, serta masyarakat, program Budikdamber diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals SDGs, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.(Red)














