JagatSembilan.com | Jombang – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selama satu periode kepengurusan diterima secara penuh dalam Sidang Pleno Muktamar NU ke-35, Jumat (28/08/2026), di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Meski demikian, sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) menyampaikan catatan untuk menjadi bahan evaluasi organisasi ke depan.
Penerimaan LPJ tersebut disampaikan setelah para peserta sidang menyampaikan pandangan terhadap laporan yang telah dipaparkan PBNU. Secara umum, LPJ diterima dengan baik tanpa mengubah keputusan penerimaan secara penuh.
Sejumlah PWNU menyampaikan penerimaan tanpa catatan, sementara beberapa wilayah memberikan masukan terkait penguatan organisasi dan pelaksanaan program di daerah.
Berikut sejumlah pandangan yang disampaikan dalam Sidang Pleno Muktamar NU ke-35:
- PWNU Aceh menyatakan menerima LPJ PBNU tanpa memberikan catatan.
- PWNU Lampung menerima LPJ dan menyatakan tidak memiliki catatan. PWNU Lampung juga menyatakan kesiapan untuk menerima LPJ pada periode berikutnya dari Ketua Umum yang sama.
- PWNU Kalimantan Selatan menyatakan menerima LPJ PBNU dengan baik.
- PWNU Kalimantan Tengah menerima LPJ dengan catatan perlunya penguatan pendampingan organisasi di tingkat daerah.
- PWNU Maluku menyatakan sebanyak 10 PCNU yang terdaftar di Maluku menyatakan menerima LPJ PBNU. Dalam penyampaiannya, perwakilan Maluku juga menyampaikan terima kasih atas laporan yang telah dipaparkan.
- PWNU Bali menyatakan sebanyak 9 PCNU yang terdaftar di Bali menyatakan menerima LPJ PBNU dengan baik.
- PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan menerima LPJ PBNU dengan baik.
- PWNU Jawa Timur menerima LPJ dengan sejumlah catatan. Salah satunya terkait PMKNU dan PKWK yang dinilai perlu diperluas pelaksanaannya. PWNU Jawa Timur juga mendorong agar kegiatan yang selama ini masih berjalan secara sektoral dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem keorganisasian NU yang lebih terintegrasi.
Gus Yahya Tanggapi Catatan Peserta
Menanggapi berbagai pandangan yang disampaikan dalam sidang, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi kepada para peserta atas kelapangan dada serta catatan yang diberikan.
Gus Yahya menegaskan bahwa berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut bagi PBNU pada periode kepengurusan berikutnya.
“Terima kasih atas kelapangan dada dan semua catatan. Semua akan ditindaklanjuti PBNU periode ke depan,” ujar Gus Yahya.
Ia kemudian menyampaikan terima kasih secara pribadi atas kesempatan yang telah diberikan untuk menjalankan khidmah bersama jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PBNU.
“Secara pribadi, atas nama Yahya Cholil Staquf dan mewakili jajaran syuriah serta tanfidziyah, saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan berkhidmah yang diberikan dan mohon maaf atas segala kesalahan. Semoga Allah memberikan kita keberkahan lahir dan batin,” lanjutnya.
Diterima Penuh, Catatan Jadi Bahan Evaluasi
Dengan diterimanya LPJ tersebut, laporan pelaksanaan kerja PBNU selama satu periode kepengurusan dinyatakan dapat diterima secara penuh dalam Sidang Pleno Muktamar NU ke-35.
Sejumlah catatan yang disampaikan PWNU dan PCNU tidak mengubah penerimaan terhadap LPJ. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan terhadap pelaksanaan program dan kehidupan organisasi NU pada periode kepengurusan selanjutnya.
Hasil penerimaan LPJ ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Muktamar NU ke-35. Selain menjadi bentuk pertanggungjawaban kepengurusan PBNU, hasil sidang tersebut juga menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan organisasi NU ke depan.(Red).
Source: tambakberas.id













