Muktamar ke-35 NU Tetapkan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU 2026–2031

Rais Aam dan Ketua Umum PBNU hasil Muktamar NU ke-35
KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

JagatSembilan.com | Jombang — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026–2031 dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat yang sama.

Penetapan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur. Proses penentuan pimpinan PBNU dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sesuai keputusan yang telah disepakati dalam forum Muktamar.

KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya memimpin jajaran Syuriyah PBNU sebagai Rais Aam. Sementara itu, Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sebelum penetapan Ketua Umum melalui AHWA, proses penjaringan menghasilkan lima nama dengan perolehan suara tertinggi. Gus Kikin memperoleh suara terbanyak dengan 472 suara, disusul KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, KH Abdussalam Sochib 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, dan KH Abdul Ghaffar Rozin 155 suara.

Selanjutnya, nama-nama tersebut menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan melalui mekanisme AHWA. Forum kemudian menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.

Mekanisme AHWA menjadi salah satu agenda penting dalam Muktamar ke-35 NU. Sebelumnya, forum Muktamar menyepakati penggunaan mekanisme tersebut dalam proses pemilihan pimpinan tertinggi PBNU.

Dengan ditetapkannya Rais Aam dan Ketua Umum, rangkaian pemilihan pimpinan PBNU periode 2026–2031 memasuki tahapan berikutnya, yakni penyusunan kepengurusan dan konsolidasi organisasi.

Hasil Muktamar ke-35 ini selanjutnya menjadi pijakan bagi PBNU dalam menjalankan roda organisasi selama lima tahun masa khidmat mendatang.

Muktamar ke-35 NU sendiri menjadi forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang mempertemukan jajaran pengurus dan perwakilan NU dari berbagai daerah di Indonesia.

Penetapan pimpinan baru tersebut sekaligus menandai dimulainya periode kepemimpinan PBNU 2026–2031 di bawah Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *