JagatSembilan.com | Lamongan – Perum BULOG Cabang Bojonegoro turun langsung ke pasar di Lamongan untuk memastikan ketersediaan dan harga beras tetap aman di tengah isu kenaikan harga beras. Pemantauan dilakukan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Disperindag, serta Satgas Pangan Lamongan.
Pemantauan tersebut berlangsung di Pasar Sidoharjo Lamongan, yang menjadi salah satu lokasi pemantauan harga dan ketersediaan pangan melalui Sistem Pemantauan Harga dan Ketersediaan Pangan (SP2KP).
Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi stok beras dinilai masih mencukupi. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga tersedia dan disalurkan melalui pedagang di pasar, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Kepala Cabang Perum BULOG Bojonegoro, Umar Said, mengatakan pemantauan bersama lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan dan harga beras secara langsung di tingkat pasar.
“Stok beras aman dan pasokan terus kami jaga. Di tengah isu kenaikan harga beras, kami bersama stakeholder terkait turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar Umar Said. Sabtu (5/9/2026)
Menurut Umar, selain melakukan pemantauan pasar, BULOG Bojonegoro juga terus mempercepat penyaluran bantuan pangan beras kepada masyarakat. Distribusi beras SPHP juga terus digencarkan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan harga.
“Penyaluran bantuan pangan terus kami percepat, bersamaan dengan distribusi beras SPHP. Langkah ini untuk menjaga stabilitas pasokan dan menekan gejolak harga beras di masyarakat,” jelasnya.
Distribusi beras SPHP tersebut dilakukan di wilayah kerja BULOG Cabang Bojonegoro yang meliputi Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Penyaluran melalui pedagang pasar menjadi salah satu upaya agar beras SPHP dapat lebih mudah dijangkau masyarakat.
Dalam kegiatan pemantauan di Lamongan, Bapanas, DKPP, Disperindag, dan Satgas Pangan juga turut memastikan kondisi stok serta perkembangan harga beras di pasar.
Umar menegaskan, BULOG akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Bapanas, pemerintah daerah, Disperindag, DKPP dan Satgas Pangan untuk memantau pasokan serta perkembangan harga. Prinsipnya, masyarakat harus mendapatkan beras dengan harga yang wajar dan pasokan yang cukup,” tegasnya.
Pemantauan pasar ini sekaligus menjadi langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan harga pangan di tingkat masyarakat. BULOG Bojonegoro memastikan distribusi beras SPHP terus dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan pasar.
Dengan sinergi lintas instansi tersebut, stabilitas pasokan dan harga beras diharapkan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.(Red)













