JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro menggelar rapat pleno kepengurusan yang dirangkai dengan membentuk kepanitiaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan itu digelar di Aula Lantai II Kantor PCNU Bojonegoro, Selasa (29/9/2026) siang.
Rapat pleno tersebut menjadi bagian dari agenda komunikasi dan koordinasi kepengurusan sekaligus membahas persiapan rangkaian peringatan HSN 2026 di Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor PCNU Bojonegoro, Jalan Jenderal Ahmad Yani, itu dihadiri Rois Syuriah PCNU Bojonegoro KH. Maimun Syafi’i, Katib Syuriah KH. Hilmi Aljumadi, Ketua PCNU Bojonegoro dr. Kholid Ubed, Sekretaris PCNU Bojonegoro Zainudin, serta jajaran A’wan, Mustasyar, Syuriah dan Tanfidziah.
Hadir pula para ketua lembaga di bawah naungan PCNU Bojonegoro serta pimpinan badan otonom (Banom) NU tingkat cabang, di antaranya Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, Pagar Nusa, Pergunu, IPNU-IPPNU dan lainnya.
Ketua PCNU Bojonegoro, dr. Kholid Ubed, mengatakan rapat pleno menjadi sarana komunikasi berkelanjutan yang telah dijadwalkan oleh jajaran pengurus. Menurutnya, berbagai kegiatan di lembaga dan Banom yang telah berjalan membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang semakin kuat.
“Apalagi, pada pleno kali ini bertepatan dengan rangkaian HSN 2026,” ujar Dokter Ubed sapaan akrabnya.
Ahmad Jakfar Pimpin Panitia HSN 2026
Dalam rapat tersebut, KH. Syaifuddin Idris memimpin pembentukan Panitia HSN 2026 PCNU Bojonegoro. Hasil rapat menetapkan Ahmad Jakfar Almansur sebagai Ketua Panitia, Abd. Rohman sebagai Sekretaris, dan KH. Farid Ansyaruddin sebagai Bendahara.

KH. Syaifuddin Idris berharap kepanitiaan segera bekerja sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik. Puncak peringatan HSN 2026 tingkat Kabupaten Bojonegoro direncanakan berlangsung pada 25 Oktober 2026.
“Harapannya, kepanitiaan bisa segera jalan dan puncak HSN di Kabupaten Bojonegoro digelar pada 25 Oktober 2026,” ungkapnya.
Setelah ditetapkan sebagai Ketua Panitia HSN 2026 PCNU Bojonegoro, Ahmad Jakfar Almansur langsung memimpin pembahasan persiapan rangkaian kegiatan.
Ada Khotmil Quran hingga Jalan Santai Bersarung
Ahmad Jakfar Almansur mengatakan sejumlah kegiatan yang selama ini menjadi bagian dari peringatan Hari Santri di lingkungan PCNU Bojonegoro akan kembali digelar pada 2026.
“Beberapa acara memang sudah dipastikan menjadi acara yang istiqomah di PCNU Bojonegoro terkait Hari Santri Nasional 2026. Di antaranya Khotmil Quran, istighosah, kemudian liwetan,” kata Gus Jack sapaan akrabnya.
Selain itu, panitia juga menyiapkan jalan santai dengan mengenakan sarung serta kegiatan mancing bersama yang melibatkan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Bojonegoro.
“Baik liwetan maupun jalan santai dan mancing itu kita adakan memakai sarung,” jelasnya.
Gus Jack menyebut kegiatan mancing bersama nantinya diharapkan dapat melibatkan 28 MWCNU yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Selain rangkaian tersebut, PCNU Bojonegoro juga tengah mempersiapkan agenda touring HSN menggunakan kendaraan bermotor klasik. Rute kegiatan masih dalam pembahasan, dengan salah satu opsi lokasi start dan finish berada di wilayah Padangan atau MWCNU yang disebut dalam rapat.
Lembaga dan Banom Diminta Gelar Lomba
Panitia juga membuka ruang partisipasi bagi lembaga dan Banom NU untuk menyelenggarakan berbagai perlombaan bertema Hari Santri atas nama PCNU Bojonegoro.
Gus Jack mencontohkan lembaga di bidang dakwah dapat mengambil bagian melalui lomba pidato menggunakan bahasa Arab, bahasa Inggris maupun bahasa lainnya.
Sementara itu, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Bojonegoro diharapkan dapat menggelar kegiatan yang melibatkan pondok pesantren di seluruh Kabupaten Bojonegoro.
“RMI juga kita harapkan partisipasinya ikut lomba-lomba karena ada Rabithah Ma’ahid Islamiyah yang dinaungi PCNU. RMI nanti mungkin bisa mengadakan lomba-lomba yang melibatkan pondok-pondok pesantren se-Bojonegoro,” tuturnya.
Dengan pembentukan kepanitiaan tersebut, persiapan peringatan HSN 2026 PCNU Bojonegoro selanjutnya akan memasuki tahap penyusunan teknis kegiatan, koordinasi dengan lembaga dan Banom, serta pematangan agenda menuju puncak peringatan pada 25 Oktober 2026.(Red)













