JagatSembilan.com |Bojonegoro – Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Mochamad Nurwahyudi, menyampaikan bahwa sebanyak 363 kader mengikuti PKD dan 310 kader mengikuti Diklatsar. Dengan demikian, terdapat 663 kader baru yang lahir dari proses kaderisasi GP Ansor Bojonegoro dalam kurun waktu satu tahun.
Hal itu disampaikannya saat sambutan acara pembukaan PKL GP Ansor Bojonegoro hari ini, Kamis (8/10/2026) di halaman MTs Unggulan Islamiyah Balen Desa Balenrejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.
“Alhamdulillah sebanyak 663, ini adalah kader baru kita dalam kurun waktu satu tahun ini. Ini secara kuantitas kaderisasi yang kita jalankan,” kata Mochamad Nurwahyudi.
Menurutnya, capaian tersebut harus diikuti dengan kaderisasi lanjutan yang terstruktur. PKL menjadi bagian penting dalam memastikan kader yang telah melewati tahap dasar memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan organisasi.
Nurwahyudi menegaskan, kaderisasi bukan sekadar salah satu program organisasi, melainkan mandat utama Gerakan Pemuda Ansor.
“Tugas utama Gerakan Pemuda Ansor tidak lain tidak bukan adalah kaderisasi,” ujar Mochamad Nurwahyudi.
Ia menjelaskan, lulusan PKD perlu mendapatkan formulasi kaderisasi lanjutan agar proses regenerasi organisasi berjalan secara berkesinambungan. Menurutnya, kesinambungan tersebut penting untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kader dalam estafet kepemimpinan organisasi.
Karena itu, di bawah kepemimpinannya, kaderisasi formal didorong menjadi bagian yang wajib dijalankan dalam struktur GP Ansor Bojonegoro.
“PKD itu harus kita formulasikan dengan baik untuk kemudian bagaimana kader-kader ini bisa melanjutkan proses kaderisasi, sehingga tidak ada kekosongan dalam proses kaderisasi kepemimpinan dan organisasi,” kata Mochamad Nurwahyudi.
Ia juga mendorong agar setiap tingkatan organisasi serius menjalankan kaderisasi formal sebagai bagian dari penguatan kelembagaan.
Menurut Nurwahyudi, proses tersebut diarahkan untuk menghasilkan kader yang memiliki kapasitas, karakter dan kesiapan berperan di tengah masyarakat.
“Kita ingin proses kaderisasi dari awal sampai hari ini terus berjalan, menghasilkan kader-kader yang istimewa, kader-kader yang unggul, siap tarung di masyarakat dan berperan aktif di masyarakat, khususnya di Kabupaten Bojonegoro,” tutur Mochamad Nurwahyudi.(Red)













