JagatSembilan.com | Bojonegoro – Menguatkan peran perempuan dalam dakwah yang santun, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Bojonegoro mengawali rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menggelar Daiyah Verse Academy: Terampil Berdakwah di Media Sosial sekaligus peluncuran buku Sahabat Daiyah, Minggu (11/10/2026), di Gedung Savana Fatayat NU Bojonegoro.
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Forum Daiyah Fatayat (FORDAF) PC Fatayat NU Bojonegoro ini diikuti oleh 56 calon daiyah dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kapasitas kader perempuan dalam menyampaikan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya melalui media sosial.
Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Rutin Winarsih, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kader daiyah Fatayat NU mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui dakwah yang dijalankan.
“Harapan kami, kader daiyah Fatayat NU tidak hanya memiliki keberanian untuk berdakwah, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dakwah harus hadir di tengah kehidupan masyarakat, membawa kesejukan, menyampaikan nilai-nilai Islam dengan bijak, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang ada,” ungkap Sahabati Rutin sapaan akrabnya.
Ia juga berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi kader untuk terus bertumbuh, mengembangkan kemampuan komunikasi, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan kebaikan.
“Media sosial harus bisa kita manfaatkan sebagai ruang dakwah yang positif. Kader Fatayat NU perlu hadir dengan konten yang santun, mencerahkan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” tambahnya.
Hadirkan Narasumber Berpengalaman di Bidang Dakwah dan Media Sosial
Daiyah Verse Academy menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman di bidang dakwah dan komunikasi digital.
Materi pertama disampaikan oleh Sahabat Dr. Nurul Musyafa’ah, M.Pd.I., Ketua FORDAF sekaligus Juara 1 Daiyah Duta Pesantren Jawa Timur. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan dan kapasitas kader dalam mengembangkan dakwah perempuan yang berdaya dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya, Sahabat Apriliyanti Shinta Dewi, S.S., pengurus FORDAF PC Fatayat NU Bojonegoro sekaligus social media specialist, berbagi wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai ruang dakwah. Kader didorong untuk menyampaikan pesan keislaman secara kreatif, bijak, dan bertanggung jawab agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Melalui materi yang diberikan, para peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan menyusun pesan, memilih pendekatan komunikasi yang tepat, serta menghadirkan konten dakwah yang santun, menarik, dan mudah dipahami.
Luncurkan Buku Sahabat Daiyah, Bekal Bertumbuh bagi Kader
Selain pelatihan, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran buku Sahabat Daiyah yang disusun oleh tim FORDAF PC Fatayat NU Bojonegoro, yakni Sahabat Dr. Nurul Musyafaah, M.Pd.I dan Sahabat Apriliyanti Shinta Dewi, S.S yang juga merupakan pengurus FORDAF PC Fatayat NU Bojonegoro.
Buku Sahabat Daiyah hadir sebagai teman belajar dan ruang bertumbuh bagi kader Fatayat NU dalam memperkuat peran dakwah, baik di ruang publik maupun ruang digital. Buku ini mengajak kader untuk berani bersuara, menyampaikan nilai-nilai Islam dengan bijak, serta menghadirkan dakwah yang santun, hangat, dan dekat dengan kehidupan masyarakat, berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Penyusunan buku ini menjadi bagian dari ikhtiar FORDAF dalam memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kapasitas kader secara berkelanjutan. Dakwah tidak hanya membutuhkan semangat, tetapi juga pengetahuan, keterampilan komunikasi, keteladanan, dan kepekaan sosial.
Peluncuran Sahabat Daiyah sekaligus menegaskan bahwa penguatan kader daiyah perlu berjalan beriringan dengan penyediaan ruang belajar dan bahan bacaan yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan dakwah masa kini.
Mengawali Hari Santri dengan Gerakan Dakwah yang Bermakna
Melalui Daiyah Verse Academy dan peluncuran buku Sahabat Daiyah, PC Fatayat NU Bojonegoro menjadikan peringatan HSN 2026 sebagai momentum untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Dengan melibatkan 56 calon daiyah dari PAC Fatayat NU se-Kabupaten Bojonegoro, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kader-kader yang mampu memadukan nilai keislaman, kecakapan digital, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Sebab, dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan juga menghadirkan keteladanan, menumbuhkan harapan, dan menebarkan kebaikan yang dapat dirasakan secara nyata.(Red)













