Sambut Hari Santri 2026, RMI PCNU Bojonegoro Rencanakan Lomba Liwetan Berhadiah Jutaan Rupiah

Ilustrasi lomba liwetan PCNU Bojonegoro menyambut Hari Santri 2026
Ilustrasi Lomba Liwetan PCNU Bojonegoro dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro melalui Lembaga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) bakal menggelar Lomba Liwetan dalam rangka memperingati Hari Santri (HS) 2026. Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan kerukunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di halaman PCNU Bojonegoro.

Lomba Liwetan tersebut mengangkat semangat Guyub, Rukun, Jadi Satu sebagai upaya mempererat tali silaturahim antarwarga Nahdlatul Ulama (NU), mulai dari tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), lembaga NU, hingga pesantren di Kabupaten Bojonegoro.

Berdasarkan informasi panitia, kegiatan akan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Panitia juga menyiapkan hadiah dengan total nilai jutaan rupiah bagi para peserta.

Pendaftaran Gratis, Kuota Hanya 30 Tim

Panitia membuka pendaftaran secara gratis mulai 10 hingga 17 Oktober 2026. Namun, pendaftaran dapat ditutup lebih awal apabila kuota peserta telah terpenuhi.

Jumlah peserta dibatasi maksimal 30 tim. Setiap tim akan mendapatkan fasilitas kaos untuk lima peserta.

Peserta yang dapat mengikuti lomba merupakan perwakilan dari MWCNU se-Kabupaten Bojonegoro, PC lembaga NU, serta pesantren NU.

Pembatasan kuota tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh calon peserta agar segera melakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang ditentukan.

Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui tautan berikut:

https://forms.gle/FnSFnTN9Pjq9AgaWA

Sementara itu, konfirmasi pendaftaran dapat menghubungi Gus Faul melalui nomor WhatsApp 0822-2618-8281.

Lestarikan Tradisi Liwetan dan Perkuat Kebersamaan

 

Lomba Liwetan bukan sekadar kompetisi menyajikan makanan secara bersama-sama. Tradisi makan bersama dengan nasi dan aneka lauk yang disajikan di atas alas tersebut juga lekat dengan nilai kebersamaan, kesederhanaan, kesetaraan, dan gotong royong.

Melalui kegiatan ini, peringatan Hari Santri diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat hubungan antarkader, pengurus, dan warga NU.

Ketua RMINU PCNU Bojonegoro, M. Jauharul Maknun, mengatakan, melalui Lomba Liwetan ini, kami ingin menghadirkan semangat Hari Santri dalam suasana yang sederhana, guyub, dan penuh kebersamaan. Liwetan mengajarkan bahwa kebersamaan, kerukunan, dan gotong royong merupakan nilai penting yang harus terus dirawat oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara MWCNU, lembaga NU, dan pesantren di Bojonegoro. Hari Santri bukan hanya tentang mengenang perjuangan para santri, tetapi juga bagaimana nilai-nilai pesantren terus hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.” kata Gus Ham sapaan akrabnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *