JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dander dan Banomnya menggelar istighosah dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut juga diisi dengan sholat gaib untuk mendoakan almarhum Prof. KH Syukron Ma’mun, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dari Jakarta yang wafat beberapa hari sebelumnya.
Sholat gaib dilaksanakan sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada almarhum. Sholat tersebut diimami oleh K. Jayus, Wakil Katib Syuriyah MWCNU Dander.
Pantauan JagatSembilan.com Istighosah diikuti warga Nahdliyin dan jajaran pengurus NU sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan, keselamatan, serta perlindungan Allah SWT dari berbagai musibah dan bencana.

Kiai Muzaini Qohar Ajak Warga NU Perkuat Istighosah
Dalam khutbah iftitahnya, Rois Syuriyah MWCNU Dander, K. Muzaini Qohar, menekankan pentingnya istighosah sebagai momentum berdoa bersama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama di tengah berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah.
Ia menyoroti kondisi cuaca panas dan kekeringan yang juga dirasakan masyarakat Bojonegoro. Menurutnya, situasi tersebut menjadi pengingat agar umat Islam semakin memperkuat doa dan istighfar.
“Menurut saya yang lebih penting ya acara ini, istighosah ini. Kita berdoa bersama memohon kepada Allah ta’ala,” ungkapnya.
Kiai Muzaini juga mengajak warga Nahdliyin untuk menjadikan istighosah sebagai agenda rutin setiap tahun menjelang peringatan Hari Santri. Ia berharap keterlibatan pengurus dan anggota NU dari tingkat ranting dapat semakin ditingkatkan.
“Semoga saja istighosah ini dilaksanakan rutin tiap tahun, dan pesertanya semakin banyak,” harapnya.
Ia mendorong agar seluruh ranting NU, termasuk badan otonom (Banom), turut menggerakkan anggotanya untuk berpartisipasi dalam kegiatan istighosah. Jika tidak memungkinkan hadir secara keseluruhan, ia mengusulkan agar setiap ranting mengirimkan perwakilan.
Menurutnya, memperkuat doa dan istighfar merupakan bagian penting dari ikhtiar menghadapi situasi yang penuh tantangan, sekaligus menjaga kedekatan umat dengan Allah SWT.
Kiai Suprihadi: Ruh Hari Santri Adalah Mendoakan Para Syuhada
Sementara itu, Ketua MWCNU Dander, K. Suprihadi, menyebut istighosah sebagai salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki makna mendalam karena mengajak warga NU mengenang sekaligus mendoakan para pejuang kemerdekaan.
“Menurut saya, kegiatan HSN, peringatan HSN Hari Santri Nasional itu ruhnya ya di malam hari ini. Yaitu kita mendoakan para syuhada, para pahlawan yang dulu memperjuangkan untuk jihad,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui pengorbanan besar para pejuang, baik harta benda maupun nyawa. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab moral untuk mendoakan mereka yang telah berjuang, meskipun tidak sempat menikmati hasil perjuangannya.
“Jadi, menurut saya ruhnya kegiatan HSN itu ya didoakan untuk para syuhada, para pahlawan itu. Dan untuk selanjutnya, masalah apel dan hiburan-hiburan itu sebagai pelengkap saja,” tegasnya.
Kiai Suprihadi juga mengajak pengurus MWCNU, pengurus ranting, serta badan otonom NU untuk meningkatkan partisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti istighosah. Ia berharap pengurus dapat memberikan teladan kepada anggota dan masyarakat dalam menjalankan khidmah organisasi.
Menurutnya, kegiatan peringatan Hari Santri yang diselenggarakan secara bergiliran di berbagai wilayah Kecamatan Dander hendaknya tidak menjadi alasan untuk mengeluh. Pergiliran lokasi justru menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat di berbagai wilayah untuk menjadi tuan rumah kegiatan.
Ia menegaskan bahwa para pengurus NU perlu memberikan contoh dalam semangat kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab terhadap organisasi.
Pelaksanaan Istighosah dan Doa Berlangsung Khidmat
Istighosah dipimpin oleh K. Munajat yang diikuti oleh jamaah yang hadir. Diantaranya dari jajaran Syuriah dan Tanfidziah MWCNU Dander, Ahmad Fauzan Ketua PAC GP Ansor Dander dan jajarannya serta puluhan Banser, Lely Setyorini Ketua PAC Fatayat NU Dander dan jajarannya, perwakilan Muslimat NU Dander dan jajarannya.
Nampak hadir juga ada Ji Mashun Ketua PAC Pagar Nusa Dander, para ketua Lembaga di bawah naungan MWCNU Dander, seperti Yudiono Ketua Lakpesdam NU Dander, Miftahul Amin Ketua LPBINU Dander. Nampak hadir juga Pengurus Ranting NU Sumberarum beserta Banom dan undangan lainnya.
Selesai pembacaan istighosah dilanjutkan doa yang dipimpin oleh K. Zainul Musthofa. Istighosah dan doa berlangsung khusuk mendoakan para syuhada yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia khususnya dari kalangan NU. (Red)













