JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro menggelar Diskusi Pemikiran Sosialisme Islam bertema Membaca Peta Bojonegoro dalam Kacamata Sosialisme Islam, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Adelia Cafe Bojonegoro tersebut dihadiri Ketua Dewan Syuro DPC PKB Bojonegoro KH. Sochib Shoim, Ketua DPC PKB Bojonegoro Fauzan Fuadi, Sekretaris DPC PKB yang juga Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, serta Ketua Fraksi PKB DPRD Bojonegoro Suparno bersama seluruh anggota fraksi.
Hadir pula jajaran pengurus DPC PKB, perwakilan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Bojonegoro, serta pimpinan organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan di Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Fauzan Fuadi menjelaskan bahwa diskusi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum PKB agar seluruh jajaran DPW dan DPC PKB di Indonesia kembali mengkaji serta mendiskusikan pemikiran Sosialisme Islam.
Menurut Fauzan, pembahasan Sosialisme Islam menjadi tantangan tersendiri di tengah perkembangan teknologi informasi, perubahan zaman, serta dinamika politik saat ini. Terlebih, gagasan tersebut perlu diperkenalkan kembali kepada generasi muda yang mungkin belum banyak mengenal sejarah dan pemikiran sosialisme.
“Kami berharap nanti Gus Rizal dan Pak Ridwan Hambali bisa membantu merefresh kita, lebih-lebih kepada generasi muda yang belum biasa mengkaji pemikiran tentang Sosialisme Islam,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, DPC PKB Bojonegoro menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. H. Rizal Mumazziq Zionis, Rektor Universitas Al-Falah As-Sunniyah Jember, serta Dr. H. M. Ridwan Hambali, Direktur Pascasarjana Universitas Sunan Giri Bojonegoro.
Fauzan menjelaskan, pembahasan dibagi dalam dua fokus. Rizal Mumazziq diharapkan mengulas pemikiran Sosialisme Islam secara lebih luas, sementara Ridwan Hambali secara khusus diminta membedah relevansinya dengan kondisi dan potensi yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro.
Ia juga berharap hasil diskusi tersebut tidak berhenti sebagai kajian intelektual, tetapi dapat menjadi landasan berpikir bagi kader PKB, terutama anggota DPRD, dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Mumpung ini ada Pak Umar, Ketua DPRD, supaya pasca kegiatan bedah pemikiran tentang Sosialisme Islam hari ini, nilai-nilainya dapat menjadi bekal, menjadi fatsoen teman-teman dalam bekerja dan melayani umat, juga menjadi paradigma dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.
Fauzan menegaskan, DPC PKB Bojonegoro berencana melanjutkan kegiatan serupa melalui serial diskusi dengan mengangkat berbagai pemikiran yang memiliki substansi dan semangat untuk kemaslahatan umat.
“Yang pasti ini jangan sampai hanya berhenti di diskusi pada hari ini. Berikutnya akan kita siapkan serial-serial diskusi pemikiran lain yang substansi atau spirit di dalamnya bermanfaat untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.
Lebih jauh, Fauzan mengaitkan nilai-nilai Sosialisme Islam dengan prinsip keadilan sosial, pemerataan, dan gotong royong yang juga terkandung dalam Pancasila.
Ia mencontohkan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan pemerintah yang berpihak pada pemerataan dan berlandaskan keadilan. Termasuk dalam pembahasan kebijakan anggaran daerah, yang menurutnya perlu dilihat dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Melalui forum ini, PKB Bojonegoro berharap pemikiran Sosialisme Islam tidak hanya menjadi diskursus di ruang akademis, tetapi juga dapat diterjemahkan dalam praktik politik, kebijakan publik, serta pelayanan kepada masyarakat.(Red)













