JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemikiran tokoh pergerakan nasional H.O.S. Tjokroaminoto dinilai masih relevan untuk menjawab tantangan pembangunan dan keadilan sosial di Kabupaten Bojonegoro. Khususnya, trilogi pemikiran Sosialisme Islam yang mencakup kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan.
Hal tersebut disampaikan Dr. H. Rizal Mumazziq Zionis atau Gus Rijal, salah satu narasumber dalam Diskusi Pemikiran Sosialisme Islam yang diselenggarakan DPC PKB Bojonegoro di Ballroom Adelia Cafe, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Gus Rijal, ketiga prinsip tersebut dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Tidak hanya bagi generasi muda, tetapi juga bagi siapa pun yang memiliki tanggung jawab dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Trilogi ini bisa menjadi salah satu tiang pancang supaya Bojonegoro lebih makmur lagi dan siapa pun yang memimpin Bojonegoro bisa lebih peduli kepada rakyatnya,” ungkap Gus Rijal.
Ketua Departemen Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Mensospema) PW GP Ansor Jawa Timur tersebut menjelaskan, gagasan kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan tidak sekadar menjadi pemikiran historis, tetapi memiliki relevansi untuk dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara saat ini.
Ia menilai, nilai-nilai tersebut dapat menjadi pijakan dalam membangun kepedulian terhadap masyarakat serta mendorong terciptanya kesejahteraan yang lebih merata.
Gus Rijal juga menegaskan bahwa relevansi pemikiran Tjokroaminoto tidak terbatas pada Bojonegoro. Prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam konteks pembangunan di tingkat daerah, Jawa Timur, hingga Indonesia.
“Ketiga hal ini sangat relevan untuk kita praktikkan, baik di Bojonegoro, Jawa Timur, maupun Indonesia,” tegasnya.
Diskusi yang mengangkat tema Membaca Peta Bojonegoro dalam Kacamata Sosialisme Islam tersebut merupakan bagian dari upaya DPC PKB Bojonegoro menghidupkan kembali kajian pemikiran Sosialisme Islam sekaligus menghubungkannya dengan kondisi dan potensi daerah.
Sementara itu, Abdulloh Umar Ketua DPRD Bojonegoro yang hadir dalam acara itu mengatakan, trilogi pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto yang meliputi kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan sangat relevan dengan penyelenggaraan pemerintahan saat ini.
“Bahkan, nilai-nilai tersebut pada prinsipnya sudah menjadi bagian dari semangat pembangunan di Kabupaten Bojonegoro,” kata Mas Umar sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, kemerdekaan dapat dimaknai sebagai upaya memberikan ruang dan kesempatan kepada masyarakat untuk berkembang. Persamaan diwujudkan melalui pemerataan pembangunan dan pelayanan tanpa membedakan latar belakang masyarakat. Sementara persaudaraan tercermin dalam semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Karena itu, saya melihat trilogi ini bukan sesuatu yang asing bagi pemerintahan Bojonegoro. Tinggal bagaimana nilai-nilai tersebut terus diperkuat dan diwujudkan secara konsisten agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat.” pungkas Abdulloh Umar yang juga Sekretaris DPC PKB Bojonegoro itu.(Red)













