Jagatsembilan.com | Bojonegoro – Malam tadi, kamis (19/10/2023) warga dukuh tikung RT 07 RW 02 desa senganten, Gondang Kabupaten Bojonegoro adakan pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nsbi Muhammad SAW dan tasyakuran mushola al-ikhlas. Acara itu menghadirkan penceramah habib Muhammad Al baqir bin Mustofa Al Jufri dan Ki Banu Asmoro.
Acara tersebut diawali dengan sholawatan diiringi oleh jamaah sholawat Al ikhlas Indonesia, kemudian sambutan dari ketua panitia Mujiono, dilanjut dengan sambutan Rahmat nuri, ketua NU Gondang,
Dalam kesempatan itu kepala desa senganten Agus setiono juga memberikan sambutan, dalam sambutannya kades senganten berpesan tiga hal kepada warga masyarakat.
“jangan cuma hanya bisa membangun mushola, tapi juga bisa merawat dan menggunakan untuk ibadah setiap hari, bangun itu gampang 2 sampai 3 bulan jadi, tapi kalau nggak diisi terus bagaimana” terang pak kades
“pesan yang kedua ini adalah pesan titipan bapak camat, karena beliau nggak bisa datang jadi saya diminta untuk menyampaikan pesannya, yakni sekarang ini musim pemilu ya, dari ketiga capres-cawapres itu semua orang NU, kita hanya berpesan soal pilihan itu kesukaan masing-masing, kita juga nggak ajak-ajak, jangan sampai ada perpecahan pertengkaran hanya karena pemilihan ini” lanjut kades yang suka belanja di Shopee itu.
Pak kades senganten juga ber pesan kepada masyarakat agar saling menghormati keberagaman.
“Pesan yang ketiga, yang serius dalam sholawatan ini agar hidup kita terasa indah, sehabis sholawatan ini jangan sampai menggosipkan tetangga kanan kiri, jangan suka membicarakan kepentingan orang lain, urusan orang lain, orang tikung ini sebelum sholawatan kayak siang tadi ya main judi, judi tanpa menggunakan uang maksud saya, jadi di tikung itu tentram damai dan indah, beragam kegiatan di sini ada, untuk itu mari kita saling menghormati ke beragaman ini, agar kehidupan di desa kita ini terasa indah dan damai,” tegas pak kades
Kepala desa yang humoris itu juga mengingatkan para orang tua untuk menjaga anaknya agar tidak terlibat dalam peredaran obat-obat terlarang saat ini yang semakin marak peredarannya di kecamatan Gondang,
“Saya benar-benar titip anake dewe-dewe dijogo sing tenanan, sehingga kalau terjadi sesuatu dengan anak-anaknya tidak kembali menyalahkan para guru, para pendidik anak-anaknya, benar-benar di jaga anak-anaknya agar terhindar dari pil kirik (obat penenang anjing/red) yang sekarang marak di wilayah ini,” terangnya.













