Jagatsembilan.com | Bojonegoro – Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi dan Nong Andah Darol Mahmada pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL), (02/02/2024) malam, bertemu dan diskusi dengan generasi z dan millenial Bojonegoro. Acara itu bertema “Cangkruk Kebangsaan” di gelar di sebuah cafe di Jl. Veteran Bojonegoro Jawa Timur dan di hadiri lebih dari 100 orang generasi muda dari Gen Z dan millenial.
Dialog komunitas influencer itu diawali dengan penyampaian dari Nong Andah. Menurutnya Demokrasi di Indonesia telah di ujung tanduk kehancuran. Pada 2024 ini, banyak sekali terjadi pelanggaran ataupun kecurangan yang mana merusak Demokrasi dan tidak sesuai dengan falsafah Indonesia yang diperjuangkan oleh Ir. Soekarno.
“Kampus-kampus itu sedang bergejolak, bergerak, memberikan peringatan, teguran pada pemerintah, hari ini misalnya ada universitas Indonesia, sebelumnya UGM Jogja, kemudian diikuti oleh Universitas Islam Indonesia, dan besok-besok itu dijadwalkan akan menyusul kampus-kampus yang lain,” kata Nong Andah.
Menurutnya, sudah melihat pamflet digital yang sudah tersebar.
“Ada dari Andalas ada Syarif Hidayatullah Ciputat ada dari Unpad Bandung, kalau dulu yang bergerak itu adalah mahasiswa tetapi kali ini yang turun itu adalah dosen dan guru-guru besarnya nah ini kenapa, karena hancurnya demokrasi di negeri ini karena politik dinasti yang terjadi dalam pilpres sekarang ini,” terang Nong Andah.
Sementara itu Nong Islah Bahrawi dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa pemilu 2024 ini merupakan kunci untuk Indonesia kedepannya, yang mana apabila jatuh kepada penguasa jahat maka akan kembali seperti Zaman Orde Baru, dan banyak masyarakat sipil dan Polri akan sengsara.
“Tidak ada lagi kebebasan seperti sekarang. Maka para audien harus bijak dalam memilih untuk agar Indonesia tetap pada konstitusi dan demokrasi yang benar,” kata Gus Islah sapaan akrabnya.
Pada kesempatan itu dirinya menambahkan, orde baru merupakan masa yang kelam, dimana semua kebebasan untuk berpendapat tidak bebas seperti sekarang.
“maka pada masa Reformasi banyak yang telah diganti, seperti Polri dan TNI yang mempunyai tugas masing-masing. Kemudian penghapusan DwiFungsi ABRI, yang mana banyak berdampak pada kebebasan berpendapat, dimana masyarakat sipil mempunyai Power untuk menyampaikan aspirasi dan pendapatnya,” tambah Gus Islah dengan suara lugas.
Gus Islah juga menyoroti fenomena termutakhir tentang pemilu. Menurutnya, banyak institusi negara atau lembaga resmi negara digunakan untuk memenangkan Paslon tertentu.
“Maka, Mahfud MD merupakan solusi dari semua itu, beliau adalah Peluru Tak Terkendali, itu merupakan istilah dari Gus Dur untuk Mahfud MD. Beliau merupakan panutan, dari beliau menggunakan jabatan dan wewenang dengan baik dan benar, mencontohkan etika dan profesi dengan baik, dapat memisahkan antara kepentingan dan urusan negara. Maka, kita dukung Indonesia yang lebih baik dengan memilih Ganjar – Mahfud MD pada Pilpres 2024 nanti.” pungkasnya.













