Hindari Kekerasan dan Bullying di Pondok Pesantren, Ini langkah Kemenag Bojonegoro

Sun'an Kasi Pontren Kemenag Bojonegoro

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pondok Pesantren adalah tempat mendalami ilmu agama Islam untuk anak-anak dan yang menginginkan pengetahuan tentang ilmu agama Islam. Maka diharapkan di Pondok Pesantren ada kenyamanan dan bukan kekerasan atau bullying.

Guna menghindari adanya bullying atau kekerasan pada anak, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro melakukan berbagai langkah. Sun’an melalui ponselnya kepada jagatsembilan.com pada Sekasa (05/03/2024) menjelaskan berbagai langkah itu. Diantaranya adalah dengan memberikan pembinaan.

Sun’an menambahkan, selain memberikan pembinaan juga mengevalusi Pondok Pesantren dan juga memberikan arahan pentingnya ahlakul karimah.

Ditanya terkait dengan perijinan Pondok Pesantren, Sun’an mengatakan, ijin dilakukan lembaga dengan cara online. “Setelah itu kami memverifikasi juga secara online,” tambahnya.

Sun’an juga mengatakan, setelah verifikasi online, tim akan melakukan visitasi atau kunjungan ke Pondok Pesantren.

Dirinya juga mengatakan, saat ini ijin yang masih hidup untuk Pondok Pesantren ada tiga ratusan dan yang perlu diperpanjang ada sekitar dua puluh lima.

Sementara itu Zaqi Attauwabi Annawawi salah satu pengurus inti Pondok Pesantren Abu Darrin Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander Kabupaten Jawa Timur mengatakan, pada dasarnya Pondok Pesantren adalah gudangnya ilmu, termasuk ilmu berakhlakul karimah.

“Kalau memang ada Pondok Pesantren yang ada kekerasan, itu oknum yang belum memahami secara utuh ilmu di Pondok Pesantren,” kata Gus Zaqi sapaan akrabnya.

Gus Zaqi menambahkan, Pondok Pesantren Abu Darrin sendiri selain mengajarkan berbagai ilmu agama, juga memberikan praktek yang benar dalam hablu minanas, termasuk antar santri atau pengasuh.

“Sampean lihat sendiri, seperti apa akhlak para santri ketika bertemu dan bicara, itu bentuk dari ajaran melekat di Pondok ini,” tambahnya.

Disinggung terkait ijin Pondok Pesantren Abu Darrin, dirinya mengatakan, Abu Darrin merupakan Pondok Pesantren yang ijinnya pada awal-awal dulu sebelum yang lain berijin.

“Kita termasuk pelopor dan manut aturan.” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *