JagatSembilan.com | Bojonegoro – Bertempat di gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kepohbaru, diadakan rapat koordinasi antara PAC GP Ansor Kepohbaru dan Owner Bumi Mulyo Jati (BMJ) Mojokerto (Senin (04/03/2024). Pertemuan itu merupakan koordinasi dengan pihak BMJ Mojokerto yang pertama pasca kegiatan Rapat Kerja PAC GP Ansor yang dilaksanakan di BMJ beberapa waktu yang lalu.
Hadir dalam rapat koordinasi tersebut ketua Tanfidziyah MWC NU beserta sekretaris. Terlihat juga Kasatkoryon banser dan penasehat PAC GP Ansor kepohbaru serta beberapa pengurus harian. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut sebuah usaha dalam rangka mewujudkan visi dari ketua PAC GP Ansor Kepohbaru, yakni kemandirian ekonomi.
Rohmat Hidayat, Ketua PAC GP Ansor Kepohbaru periode 2023-2025, mengemukakan bahwa kegiatan kerjasama dengan BMJ Mojokerto ini muaranya untuk kemandirian Ansor dalam setiap kegiatan, termasuk kemandirian tiap ranting. Menurutnya itu adalah sebuah usaha harus dilakukan dan juga restu dari ulama NU yang ada di Kepohbaru. Sahabat Rohmat mendorong agar seluruh sahabat Ansor turut serta dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebut.
“Kami menggunakan sistem open manajemen, sehingga siapapun bisa mengetahui perkembangan dan memberikan masukan untuk perkembangan kegiatan,” kata Rohmat Hidayat.
Sementara itu KH. Gufron Ilham, Ketua Tanfidziah MWC NU Kepohbaru, memberikan pengarahan kepada Sahabat Ansor. MWC NU mempersilakan Sahabat-sahabat PAC GP Ansor Kepohbaru untuk melaksanakan program kemandirian ekonomi tersebut. MWC NU sangat bahagia dan mengharapkan agar hal ini bisa berkembang dan berdampak ke seluruh badan Otonom NU di wilayah kepohbaru hingga meluas ke kecamatan-kecamatan lain se kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya.
“Yang paling penting dari suatu kerjasama adalah sama-sama menguntungkan,” kata KH. Gufron Ilham.
Sementara itu Agus, perwakilan dari BMJ Majapahit membuka pembahasan dengan membagikan pengalaman bagaimana ketika Mas Agus dahulu pertama kali akan membuka sebuah kegiatan usaha ekonomi bagi MWC NU di wilayahnya. Ada banyak sekali tantangan yang dihadapi. Namun pergerakan harus terus dilanjutkan. Sehingga tampak hasilnya dan bisa dirasakan pada saat ini ketika badan usaha ekonomi yang dimiliki sudah berkembang pesat.
Berkaitan dengan konsep kerjasama, Mas Agus memberikan beberapa jenis kerjasama yang dapat dilaksanakan. Hal ini disesuaikan dengan kondisi awal dan kesiapan dari pihak PAC GP Ansor Kepohbaru. Kegiatan kerjasama ekonomi bisa menggunakan kriteria high, middle, atau low. Sistem lain yang bisa ditambahkan adalah retil yang sangat membantu perkembangan omzet harian. PAC GP Ansor bisa menyasar kepada pondok-pondok pesantren, sekolah berbasis madrasah maupun umum. Tujuan pasar bisa juga kepada kegiatan-kegiatan masyarakat, toko-toko pengecer dan bisa juga dibuka kios-kios.
“Pada tahap awal, kami akan mengadakan pendampingan dan evaluasi setiap seminggu sekali. Kemudian jika telah berkembang, maka evaluasi akan diadakan sebulan sekali.” Ujar Mas Agus yang juga menjadi Sekretaris MWC NU di tempat tinggalnya.
Sebagai penutup sesi koordinasi, sebuah doa dipanjatkan oleh K.H. Gufron Ilham dengan harapan semoga apa yang diusahakan bisa membuahkan hasil yang baik dan bermanfaat untuk ummat. Acara koordinasi diakhiri dengan survei lokasi sebagai bahan membuat konsep layout dari cafe sholawat.













