JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dra. Hj. Nurul Azizah, MM Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro dan Laela Nuraini Kepala Pelaksana Harian (Kalaksa) BPBD Bojonegoro sampaikan bantuan untuk korban banjir pada Selasa (12/03/2024). Acara penyerahan itu di Balai Desa Kadungrejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.
Selain Hj. Nurul Azizah dan Laila Nuraini, hadir pada acara itu juga ada, Agus Susetyo Camat Baureno, Ilyas Rosyidi Danramil Baureno, Perwakilan Polsek Baureno, Slamet Riyanto Kepala Desa Kadungrejo beserta perangkat, Irwanto dan Kastubi Relawan LPBi NU Ranting Kadungrejo.
Laila Nuraini kalaksa BPBD dalam sambutannya mengatakan, kehadirannya adalah karena laporan dari camat bahwa desa kena dampak banjir.
“Supporting kami adalah bahan mentah untuk dijadikan bahan masak pada dapur umum,” kata Bu Ani sapaan akrabnya.
Pada kesempatan itu Bu Ani juga merinci bantuan yang disampaikan, diantaranya adalah Paket sembako, Peralatan Mandi, Selimut untuk orang tua dan anak, serta sabun untuk cuci tangan.
“Walau ditengah bencana, kita juga harus higenis seperti saat covid,” terangnya.

Sementara itu, Nurul Azizah dalam sambutannya mengatakan, kedatangannya pada pukul sembilan malam lebih karena telah selesai melaksanakan sholat tarawih.
“Selain itu kalau siang hari lapar karena dalam masa puasa Ramadhan, maka kedatangan milih malam. Dan lagi, pada masa Ramadhan kalau malam lebih banyak tidak tidur, sedangkan siang tidur karena tidurnya orang berpuasa adalah ibadah,” tambah manatan camat terbaik se Jawa Timur itu.
Perempuan asli Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro itu juga mengatakan, kedatangannya adalah pemenuhan arahan dari PJ Bupati Bojonegoro. Pada kesempatan itu, Bu Nurul sapaan akrabnya juga mengatakan, walau bantuan tidak tidak banyak, dirinya memohon warga mau menerima.
“Ini wujud kepedulian Pemkab, walau tidak banyak, diterima ya,” tambah Bu Nurul.
Pada kesempatan itu, Bu Nurul juga menjawab adanya berbagai aspirasi yang telah disampaikan kepada dirinya. Menurutnya, semuanya bisa dimasukkan kedalam musyawarah perencanaan, selain itu juga bisa disampaikan lewat camat setempat.
“Saya juga akan menyampaikan aspirasi itu, walau tidak sepenuhnya bisa memutuskan semua aspirasi,” terangnya.
Slamet Riyanto Kepala Desa Kadungrejo dalam sambutannya mengatakan, Kadungrejo merupakan daerah lumbung padi. Menurutnya kalau tidak ada banjir, bisa panen padi sebanyak tiga kali.
“Kalau terjadi banjir, hanya bisa dua kali saja,” terangnya.

Sementara itu Miftahul Ulum Sekretaris Desa tersebut mengatakan, di Desa Kadungrejo ada tiga dusun terdampak banjir, yakni Dusun Kadung, Dusun Karanglo dan Dusun Mojo. Jumlah KK terdampak Banjir ada 375 KK, 1200 Jiwa.
Ditempat yang sama juga dibuka dapur umum, Dra. Hj. Nurul Azizah bersama hadirin juga meninjau dapur umum itu. Tampak Nurul Azizah menyalami satu persatu relawan yang menyediakan makanan untuk mereka yang terdampak banjir.
Menurut Miftahul Ulum, dapur umum dibuka untuk menyediakan makan sahur dan untuk buka. Pada kesempatan itu, dalam satu kali sahur menghabiskan beras 120 kg, dengan rincian 1 kg untuk 10 orang.













