Giliran Warga Brabowan Keluhkan Panas Akibat Pemeliharaan Fasilitas Produksi EMCL

Flare pembakar milik ExxonMobil Cepu Ltd di Bojonegoro

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Setelah warga Desa Pojok Kecamatan Purwosari dan Warga Mojodelik Kecamatan Gayam, kini giliran Warga Desa Brabowan Kecamatan Gayam juga keluhkan panas. Sumbito Warga Desa Brabowan menerangkan, panas yang terjadi akibat pemeliharaan fasilitas produksi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) juga sampai pada desanya.

“Panas ini sudah terjadi satu mingguan,” kata Sumbito Rabu (04/09/2024).

Sumbito saat bersama dengan jagatsembilan.com

Sumbito yang juga mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bojonegoro itu berharap, pihak operator atau EMCL lebih meningkatkan perhatiannya khususnya dalam bidang ekonomi dan juga pendidikan.

“Masa hanya dapat panasnya saja, sedangkan ekonomi dan pendidikan tidak dapat?,” tanya Sumbito.

Sementara itu, Toya Mustika Public & Govt EMCL Sabtu (31/08/2024) mengatakan, saat ini EMCL sedang melakukan pemeliharaan fasilitas mulai hingga beberapa hari kedepan.

Aktivitas ini dilakukan dalam rangka menjaga operasi tetap aman dan andal. Tentunya aktivitas pemeliharaan ini telah direncanakan dan disetujui SKK Migas, serta disosialisasikan kepada masyarakat sekitar dan dinas terkait.

“Aktivitas perawatan ini dapat menyebabkan kenaikan flare di fasilitas produksi EMCL yang masih dikategorikan aman dan masih dalam batas peraturan yang diizinkan untuk operasi abnormal,” kata Toya Mustika.

Menurut Toya, EMCL akan selalu melakukan pemantauan yang ketat untuk memastikan bahwa kegiatan ini aman, andal dan ramah lingkungan dengan menerapkan beberapa pengukuran keamanan dan alat pencegahan yang dapat memastikan keamanan tersebut.

Bahwa EMCL perusahaan migas yang berada di Bojonegoro sedang melakukan pemeliharaan fasilitas produksi. Hal itu menyebabkan panas yang tinggi lebih panas dari sebelum pemeliharaan fasilitas. Hal itu dikeluhkan oleh beberapa warga desa di seputaran wilayah produksi. Pada Sabtu (31/08/2024) dikeluhkan oleh warga Pojok Kecamatan Purwosari, kemudian Senin (02/09/2024) dikeluhkan oleh warga Mojodelik Kecamatan Gayam dan hari ini Rabu (04/09/2024) juga dikeluhkan oleh warga Brabowan Kecamatan Gayam.(Wio/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *