20 Ribu Kader GP Ansor-Banser dan TNI Padati Jatim Expo, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

JagatSembilan.com | Surabaya – Sekitar 20 ribu kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari seluruh Jawa Timur memadati area Jatim Expo Surabaya dalam Apel Gelar Pasukan bertajuk “Manunggal TNI – Ansor Bersama Rakyat untuk Indonesia Emas 2045”, Minggu (13/04/2025). Acara ini menjadi simbol kuat sinergi antara rakyat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga keutuhan dan masa depan bangsa.

Mayjen Rudy Saladin Pangdam V Brawijaya didampingi Addin Jauharuddin Ketua PP GP Ansor saat memberikan sambutan acara Apel Gelar Pasukan Ansor-Banser dan TNI di Jatim Internasional Expo (JIE) Convention Exhibition kemarin Minggu (13/04/2025)

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, hadir langsung memimpin apel bersama jajaran perwira tinggi TNI dari tiga matra, yaitu Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Dari TNI AD, hadir para Danrem dan Dandim se-Jawa Timur. Dari TNI AL tampak Pangkoarmada II, Danpasmar 2, dan Danlantamal V, sementara dari TNI AU hadir tiga Danlanud di wilayah Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan militansi kader Ansor-Banser. Ia menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kemanunggalan antara rakyat, santri, dan TNI.

“Ketika generasi muda bangsa berbaris dalam satu semangat dan disiplin seperti ini, maka sesungguhnya kita sedang memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Rudy Saladin.

Ia juga menyebut Ansor dan Banser sebagai mitra strategis TNI, terutama dalam menjaga stabilitas sosial, penanggulangan bencana, bela negara, dan melawan paham radikalisme.

Ketua PP GP Ansor Addin Jauharuddin didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjen Rudy Saladin saat menyampaikan sambutan acara Apel Gelar Pasukan Ansor-Banser dan TNI di Jatim Internasional Expo JIE Convention Exhibition

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharuddin, dalam pidatonya menyebut apel ini sebagai bentuk nyata “manunggal” antara Nahdlatul Ulama (NU), santri, dan TNI. Ia menyampaikan rasa hormat kepada seluruh jajaran TNI yang hadir dan menegaskan komitmen GP Ansor untuk terus berkontribusi menjaga NKRI.

“Ini bukan hanya barisan fisik, tapi juga barisan spiritual dan nasionalis. Hari ini, dari Jawa Timur, kita membangun Indonesia bersama-sama,” kata Addin.

20 Ribu Banser perwakilan dari berbagai Kabupaten hadir dalam acara Apel Gelar Pasukan Ansor-Banser dan TNI di Jatim Internasional Expo JIE Convention Exhibition

Addin juga memperkenalkan delapan satuan Banser yang aktif di berbagai sektor:

  1. Bagana – Banser Tanggap Bencana
  2. Balantas – Banser Lalu Lintas
  3. Basada – Banser Husada atau Banser Kesehatan
  4. Baritim – Banser penjaga wilayah laut.
  5. Balakar – Banser Penanggulangan Kebakaran.
  6. CBP – Corp Banser Provos
  7. Banser Protokoler – Banser yang menangani suatu acara atau apel upacara.
  8. Densus 99 Asmaul Husna – Satuan Intelijen punya Banser yang menghadang Radikalisme atas nama agama.

Sebagai bentuk inovasi, Addin juga mengusulkan pembentukan satuan baru bernama Bandara (Banser Pengendalian Udara), untuk memperkuat sinergi dengan TNI AU.

“Kami hadir dari pusat hingga pelosok desa. Di 34 provinsi, 497 kabupaten/kota, 4.900 kecamatan, hingga 22 ribu ranting. Ini adalah kekuatan rakyat yang terorganisir dan siap menjaga NKRI bersama TNI,” tegas Addin.

Ia juga menyinggung peran historis kader Ansor dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk kontribusi dalam pasukan Hizbullah dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Beberapa di antaranya bahkan menjadi perwira TNI, seperti Jenderal Munasir, Kapten Hasyim, dan Letnan Yusuf, paman dari Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Siapa yang mengganggu TNI, berarti juga mengganggu Ansor. Dan siapa yang mengganggu Ansor, berarti juga berhadapan dengan TNI,” serunya disambut riuh tepuk tangan ribuan peserta.

Menutup sambutannya, Addin mengutip pesan Jenderal TNI M. Yusuf dalam Konferensi Besar GP Ansor tahun 1979:

“Agar seluruh rakyat, termasuk Ansor, membantu ABRI tetap utuh, dan menjauhkan diri dari tindakan yang menyakitkan hati rakyat.”

Apel ditutup dengan yel-yel semangat dari ribuan kader Banser, menegaskan komitmen kebangsaan yang kokoh antara kekuatan sipil dan militer. Momen ini menjadi simbol kuat persatuan menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *