JagatSembilan.com | Bojonegoro – Sebanyak 219 inovator telah mendaftarkan karya dan inovasinya dalam ajang Bojonegoro Innovative Award (BIA) Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro.
Saat ini, rangkaian kompetisi tersebut telah memasuki tahap seleksi berkas secara administrasi. Seleksi dilakukan untuk memastikan kelengkapan serta kesesuaian persyaratan peserta sebelum memasuki tahapan penilaian berikutnya.
Sekretaris BRIDA Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di kantornya di Lantai VI Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Selasa (1/9/2026).
“Hingga saat ini tercatat ada 219 inovator yang telah mendaftarkan inovasinya ke BRIDA Bojonegoro,” kata Ardhian.
Menurutnya, setelah pendaftaran berakhir, proses BIA 2026 kini berlanjut pada pemeriksaan administrasi peserta.
“Saat ini, rangkaian kegiatan telah memasuki tahap seleksi berkas secara administrasi,” ujarnya.
Enam Kategori Inovasi
Bojonegoro Inovasi Award 2026 digelar untuk menjaring berbagai aspirasi dan inovasi dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di Kabupaten Bojonegoro.
Kompetisi tersebut dibagi menjadi enam kategori utama, yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pelajar dan Mahasiswa, Masyarakat Umum, Kecamatan, Pemerintah Kelurahan dan Desa, serta Badan Usaha.
Sedangkan jenis inovasi yang dilombakan meliputi inovasi pelayanan publik, inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi teknologi tepat guna, inovasi pertanian dan lingkungan, inovasi kesehatan dan pendidikan, serta inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Libatkan Enam Unsur dalam Tim Juri
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas proses penilaian, BIA 2026 melibatkan tim juri dari berbagai unsur yang memiliki kompetensi di bidang riset dan inovasi.
Unsur juri tersebut terdiri dari:
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN);
- BRIDA Provinsi Jawa Timur;
- BRIDA Kabupaten Bojonegoro;
- Dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro;
- Akademisi; dan
- Komunitas Periset Bojonegoro.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan membuat proses penilaian inovasi berlangsung secara lebih komprehensif. Inovasi peserta dapat dilihat tidak hanya dari sisi gagasan, tetapi juga dari penerapan, manfaat, keberlanjutan, serta potensinya untuk dikembangkan maupun direplikasi.
Bukan Sekadar Kompetisi
Ardhian menjelaskan, BIA 2026 tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang untuk mencari pemenang. Kompetisi tersebut menjadi salah satu upaya BRIDA untuk membudayakan inovasi, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
“Ajang BIA 2026 dimaksudkan untuk membudayakan inovasi di lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” jelasnya.
Inovasi yang berhasil dijaring diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas dan menjadi aset bagi para pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Diharapkan, inovasi-inovasi yang terjaring dapat menjadi aset bagi seluruh stakeholder dalam mewujudkan misi Kabupaten Bojonegoro, yakni Bojonegoro yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,” tuturnya.
Selain itu, BRIDA juga mendorong agar kajian dan inovasi dapat memberikan dukungan terhadap program-program kepala daerah sehingga dapat menjadi salah satu bahan dalam penyusunan kebijakan ke depan.
“Program-program kepala daerah juga akan disupport melalui kajian dan inovasi agar dapat menjadi dasar kebijakan bagi pimpinan daerah ke depan,” ungkap Ardhian.
Hasil Seleksi Akan Diumumkan
Setelah tahapan seleksi administrasi selesai, peserta yang dinyatakan lolos maupun tidak lolos akan diumumkan melalui media sosial resmi BRIDA Kabupaten Bojonegoro, termasuk akun Instagram resmi instansi tersebut.
Dengan jumlah 219 inovator, BIA 2026 menjadi ruang untuk memetakan sekaligus mengapresiasi berbagai gagasan inovatif yang berkembang di Kabupaten Bojonegoro.
Dari lingkungan pemerintahan, desa dan kecamatan, dunia pendidikan, masyarakat umum, hingga badan usaha, berbagai inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya dalam sebuah kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Saat ini, seluruh proses masih berada pada tahap seleksi administrasi, sebelum nantinya berlanjut pada tahapan penilaian oleh tim juri yang berasal dari berbagai unsur tersebut.(Red).













