JagatSembilan.com | Bojonegoro — Sebanyak 40 penulis yang terdiri atas mahasiswa, dosen, guru, dan kepala sekolah mengikuti kegiatan Inspirasi Menulis, salah satu rangkaian program 1st GEMA INSPIRA RISBO 2026 yang digelar INSPIRA RISBO (Inspirasi Akademisi & Periset Bojonegoro), Rabu (19/8/2026), di Partnership Room, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang mengusung tema “Ruang Produksi Gagasan dan Karya” tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan peningkatan kapasitas menulis, tetapi juga menjadi ruang produksi karya yang ditargetkan menghasilkan 20 judul buku fiksi dan nonfiksi yang ditulis oleh para peserta.
Ke-40 peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, dosen, guru hingga kepala sekolah. Keberagaman latar belakang tersebut menjadi kekuatan tersendiri karena menghadirkan beragam perspektif, pengalaman, pengetahuan, serta cerita yang berkembang di lingkungan pendidikan dan masyarakat Bojonegoro.
Kegiatan Inspirasi Menulis menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang kepenulisan dan akademik, yakni Dr. Nanang Setiawan dan Dr. Cahyo Hasanudin. Para peserta mendapatkan penguatan mengenai bagaimana menemukan ide, mengembangkan gagasan, membangun struktur tulisan, serta mengolah pengalaman dan pengetahuan menjadi karya yang layak dibaca dan dikembangkan menjadi buku.
Target 20 Judul Buku Fiksi dan Nonfiksi
Yang membedakan kegiatan Inspirasi Menulis dengan kegiatan pelatihan menulis pada umumnya adalah adanya target konkret berupa produksi karya. INSPIRA RISBO menargetkan 40 peserta tersebut dapat menghasilkan sedikitnya 20 judul buku, baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi.
Buku-buku tersebut diharapkan merepresentasikan berbagai gagasan dan pengalaman penulis, termasuk pengalaman pendidikan, kehidupan masyarakat, pemikiran akademik, praktik baik, cerita inspiratif, hingga berbagai potensi lokal Bojonegoro.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan kemampuan peserta, tetapi diarahkan hingga menghasilkan produk intelektual yang terdokumentasi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Target kami bukan hanya peserta pulang membawa ilmu tentang menulis. Kami ingin ada karya nyata yang lahir dari kegiatan ini. Dari 40 penulis, kami menargetkan setidaknya 20 judul buku fiksi dan nonfiksi,” ujar Ketua INSPIRA RISBO.
Menurutnya, menulis merupakan salah satu cara untuk mendokumentasikan pengetahuan dan pengalaman masyarakat. Ketika gagasan ditulis menjadi buku, maka pengetahuan tersebut dapat diwariskan dan diakses oleh generasi berikutnya.
Akan Dikembangkan Menjadi Kontribusi untuk Pemerintah Kabupaten Bojonegoro
Menariknya, karya yang dihasilkan para peserta nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi kepentingan pribadi penulis. INSPIRA RISBO berencana mengembangkan hasil karya tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik dan literasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bojonegoro.
Gagasan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen INSPIRA RISBO untuk membangun ekosistem pengetahuan yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memastikan karya tersebut memiliki manfaat sosial dan dapat diakses oleh masyarakat.
Karya-karya yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bagian dari dokumentasi intelektual dan literasi daerah, sekaligus memperkaya bahan bacaan yang merepresentasikan pemikiran, pengalaman, dan kreativitas masyarakat Bojonegoro.
“Ini adalah bentuk kecil kontribusi kami untuk Bojonegoro. Kami ingin para akademisi, guru, kepala sekolah, mahasiswa, dan penulis lokal tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga menjadi produsen pengetahuan. Hasilnya kemudian kami persembahkan kembali untuk daerah,” jelasnya.
Dari Ruang Menulis untuk Bojonegoro
Program Inspirasi Menulis merupakan salah satu dari rangkaian 1st GEMA INSPIRA RISBO 2026 yang berlangsung mulai 9 Agustus hingga 9 September 2026 dengan tagline “Gagasan Emas Menuju Aksi.”
GEMA INSPIRA RISBO merupakan milad tahunan INSPIRA RISBO. Karena itu, kegiatan Inspirasi Menulis ditempatkan sebagai salah satu ruang penting dalam rangkaian tersebut. Melalui kegiatan ini, gagasan tidak hanya didiskusikan, tetapi diarahkan untuk ditulis, diterbitkan, didokumentasikan, dan dikontribusikan kepada masyarakat.
Selanjutnya, proses penyusunan dan pengembangan karya akan dilakukan secara bertahap hingga menjadi buku yang dapat dipublikasikan. Hasil karya tersebut kemudian diharapkan dapat diserahkan dan dikontribusikan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dispusip pada malam puncak 1st GEMA INSPIRA RISBO yang akan digelar pada 9 September 2026.
Membangun Budaya Literasi dan Produksi Pengetahuan
Bagi INSPIRA RISBO, lahirnya 20 judul buku dari 40 penulis bukan sekadar capaian kuantitatif. Lebih jauh, program ini diharapkan menjadi pemantik tumbuhnya budaya menulis dan produksi pengetahuan di Bojonegoro. Keterlibatan mahasiswa, dosen, guru, dan kepala sekolah juga menunjukkan bahwa gerakan literasi dapat dibangun melalui kolaborasi lintas profesi dan generasi.
Dari ruang pendidikan, pengalaman para pendidik dapat dituliskan. Dari ruang akademik, gagasan dan hasil pemikiran dapat didokumentasikan. Dari pengalaman mahasiswa, lahir perspektif generasi muda.
Sementara dari pengalaman kepala sekolah dan praktisi pendidikan, berbagai praktik baik dapat diabadikan menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari oleh masyarakat. Pada akhirnya, Inspirasi Menulis ingin menjadikan aktivitas menulis sebagai jembatan antara gagasan dan kontribusi nyata.(Red)













