PC Pagar Nusa Bojonegoro Lantik Pengurus Rayon Pagar Nusa Ponpes Tahfidzul Qur’an Al Bahroin Padangan

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Bojonegoro hari ini Minggu (06/10/2024) lantik Pengurus Rayon Pagar Nusa Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Bahroin Jl. Dr. Soetomo No.57, Dusun Pengkok, Padangan, Kec. Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Acara itu bersamaan dengan acara rutin silaturahmi wali santri dan pengajian rutin diasuh oleh KH. Abdul Mu’id Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur’an Al Bahroin Padangan.

Acara pelantikan itu dihadiri langsung oleh Bisri Choiron Ketua PC Pagar Nusa Bojonegoro, Ahmad Solihin Sekretaris PC Pagar Nusa Bojonegoro, Riyadi Bendahara Pagar Nusa Bojonegoro.

Nampak hadir juga Heru Ketua PAC Pagar Nusa Padangan beserta jajaran, serta santri dan wali santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Bahroin.

Acara diawali dengan Khotmil Quran, kemudian pembacaan Rotibul Haddad serta Pelantikan Pengurus Rayon Pagar Nusa Ponpes Tahfidzul Qur’an Al bahroin.

Bisri Choiron Ketua PSNU Pagar Nusa Bojonegoro dalam sambutannya sebelum melantik menyampaikan, terima kasih kepada Pengasuh Pesantren yang telah berkenan mengadakan kegiatan pencak silat Pagar Nusa di pesantren Tahfidzul Qur’an Al Bahroin.

“Hal ini sejalan dengan history yang menjadi latar belakang berdirinya Pagar Nusa yang lahir dari pesantren. Di mana dalam sejarahnya perjuangan para Kyai atau Ulama pesantren NU,” kata Mbah Bisri sapaan akrab dari Bisri Choiron.

Menurut Mbah Bisri, pada era penjajahan dan setelah penjajahan sebagian besar pondok pesantren juga menjadi padepokan pencak silat dan basisnya pendekar NU. Menurutnya diera dulu seorang kyai biasanya juga seorang pendekar, dalam rangka untuk melestarikan budaya dan menanamkan ghiroh perjuangan membela NKRI dan mengawal Kyai.

“Hal itu diilhami sejarah perjuangan dulu itu. Maka layaklah jika di setiap pesantren NU ada kegiatan olahraga beladiri pencak silat Pagar Nusa yang tentunya dengan tidak mengganggu proses belajar mengajar di pesantren,” tambah Bisri.

Selain itu menurut Mbah Bisri, keberadaan Pagar Nusa di pesantren juga memberikan nilai plus untuk para santri untuk berolah raga dan berlatih beladiri.

“Dan yang lebih penting lagi tersambungnya sanad keilmuan pencak silat yang didirikan oleh para kyai dan ulama Nahdlatul ulama, yang secara resmi menjadi satu-satunya banom NU bidang bela diri,” tambahnya.

Mbah Bisri menambahkan, Pagar Nusa diberikan tugas untuk menggali mengembangkan dan melestarikan pencak silat Nahdlatul Ulama sebagai warisan budaya luhur wali songo untuk membentengi generasi Nahdlatul ulama yang berpaham ahlussunnah wal jamaah annahdhiyah.

“Serta mengobarkan semangat untuk selalu mencintai dan membela NKRI.” pungkas Mbah Bisri.

Sementara itu KH Abdul Mu’id Al Hafidz Pengasuh Pondok Pesantren dalam tausiyahnya memberikan semangat kepada para santri untuk giat belajar dalam menghafal Al-Qur’an serta menyampaikan bahwasanya orang mukmin yang kuat itu lebih dicintai oleh Allah.

“Dengan demikian sebagai salah satu ikhtiar-ikhtiar para santri putra-putri Al Bahroin dianjurkan untuk mengikuti ekstra kurikuler pencak silat NU Pagar Nusa,” kata KH. Abdul Mu’id.

KH. Abdul Mu’id juga menyampaikan kunci kebahagiaan dunia akhirat adalah dengan taqwallah.

Acara itu diakhiri dengan makhalul qiyam yang dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren dan ditutup doa oleh KH. Romelan Rahmatullah.

Berikut susunan Pengurus Rayon Pagar Nusa Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Bahroin Padangan :

Ketua : M. Ahsin Muzakka

Wakil ketua : Waza Abdul Wafi

Sekretaris: M. Kharisul Akbar

Wakil Sekretaris: M. Khoirurreza Fahlevi

Bendahara: M. Ridho Romadhoni

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *