JagatSembilan.com | Bojonegoro – Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2024 Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama Model (SMP NU Model Sumberrejo) yang beralamat di Komplek Masjid Jami’ Walisongo Desa Sumuragung Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro ini memiliki tradisi unik namun baik untuk ditiru murid-muridnya.
Yakni mengenalkan Muasis (pendiri) Yayasan Walisongo kepada santri-santrinya dengan cara mengajak mereka menziarahi makam muasis atau pendiri yayasan pada hari Senin tanggal (21/10/2024). Ziarah Muasis ini dimulai pada pukul 07.00 sampai dengan 11.00 WIB.
Menurut keterangannya, kegiatan ziarah muasis itu sudah dilaksanakan sejak lama, bahkan sebelum pandemic covid-19 terjadi. Kegiatan yang melibatkan seluruh santri dari kelas VII, VIII dan IX ini didampingi oleh seluruh asatidz.
Selain itu kegiatan ini juga terlebih dahulu mengirim surat pemberitahuan sekaligus sebagai bentuk permisi/ijin kepada dzurriyah muasis Yayasan yang telah berjasa kepada perkembangan Yayasan untuk diketahui dan mendapatkan petunjuk.
Dengan menggunakan kendaraan transportasi modifikasi roda empat yang memuat puluhan santri. Memulai perjalanan dari komplek pemakaman Desa Tlumbung Sumberrejo, dimana terdapat beberapa muasis Jamiyyah NU Sumberrejo sekaligus muasis Yayasan.
Di komplek pemakaman terdapat pemakaman keluarga H. Widji dan Istrinya, H.A Roziq beserta Istri, H Ahyat. Dan KH. Mashuri. Adapun dalam berdoa dipandu oleh Abdullah Afif ketua Yayasan.
Dilanjutkan ke komplek pemakaman Sumberrejo, disana terdapat makam Hj. Listari istri dari H. Suparno Sekretaris PCNU Bojonegoro, H. Fauzan dan istrinya Hj. Muzayanah Fauzan. Adapun untuk memimpin doa diserahkan kepada H. Syafiil Anam Dzuriyah muasis yayasan. Berikutnya menuju pemakaman desa Sumuragung, disana terdapat pemakaman dari muasis lainnya; H. Mansyur, Hj. Masrifatun, H. Adnan, Hj. Badriyatin Munawaaroh, Hj. Siti Fatimah, Joko Santoso, da H. Safuan.
Kegiatan itu dipimpin oleh Wakil Kepala Kurikulum itu berakhir di komplek pemakaman ngenden Sumuragung; disana terdapat makam Sudiro dan Hj. Sri Wahyuni.
“Kegiatan ziarah muasis pendiri yayasan ini merupakan upaya kami dalam mengenalkan perjuangan muasis kepada para santri sekaligus menjaga ghirah perjuangan di jamiyyah NU serta memperkuat ukhuwah dan silaturahim kepada dzurriyah muasis” tutur Siti Fatimah, S.Pd yang juga pengurus PAC Fatayat Sumberrejo itu.













