Program RPL Bagi Perangkat Desa, Ketua DPC PPP Bojonegoro Anggap Program Percuma dan Tidak Bermanfaat 

Mbah Naryo dalam sebuah kesempatan

JagatSsmbilan.com | Bojonegoro – Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan beasiswa bagi perangkat desa dianggap percuma dan hanya dan tidak bermanfaat. Hal itu diutarakan oleh H. Sunaryo Abumain, SH, MH Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Bojonegoro. Senin (09/12/2024).

“RPL untuk perangkat itu pengaruhnya apa? Apa bisa meningkatkan pelayanan? Selain itu apa dengan RPL bisa menaikkan pangkat dari perangkat? Kan gak ada!,” tegas Mbah Naryo sapaan akrab dari H. Sunaryo Abumain.

Menurut Mbah Naryo, DPC PPP Bojonegoro mengusulkan dana program RPL Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk perangkat desa sebaiknya dialihkan untuk pemberian beasiswa kepada yang mereka kurang mampu.

“Kalau diberikan kepada mereka yang kurang mampu itu akan lebih bermanfaat. Karena yang kurang mampu nanti akan mendapatkan ijazah, selain itu juga ilmu pengetahuan yang bisa menjadi bekal dalam kehidupan,” terang Mbah Naryo.

Mbah Naryo juga mengatakan, DPC PPP Bojonegoro juga mengusulkan program RPL bagi perangkat desa sebaiknya dialihkan kepada profesional yang ada di dinas untuk menunjang karir mereka.

“Akan lebih bermanfaat lagi diberikan kepada mereka yang punya karya dengan profesionalitas mereka di Dinas. Ada profesionalitas kita beri penghargaan dengan RPL. Dengan RPL itu, mereka yang profesional akan naik karirnya. Ini jelas ada manfaatnya. Ada kompetisinya juga,” tambah Mbah Naryo.

Mbah Naryo kembali menegaskan bahwa program RPL bagi perangkat desa merupakan program menghamburkan uang negara tanpa ada manfaatnya.

“Program RPL bagi perangkat desa itu percuma dan tidak ada manfaatnya.” pungkas Mbah Naryo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *